Breaking News:

Gadis Vietnam Jadi 1 dari 39 Mayat dalam Truk Kontainer di Inggris, Keluarga Ungkap Pesan Terakhir

Pham Thi Tra My (26) gadis asal Vietnam, satu dari 39 mayat dalam kontainer yang ditemukan di Inggris. Keluarga ungkap pesan terakhirnya.

Doc. Keluarga Pham Thi Tra My via BBC
Pham Thi Tra My (26) gadis asal Vietnam, satu dari 39 mayat dalam kontainer yang ditemukan di Inggris. Keluarga ungkap pesan terakhirnya. 

"Kami membaca dengan hati-hati laporan tentang kematian 39 orang di Essex, Inggris," kata akun Twitter yang tidak terverifikasi secara teratur dikaitkan dengan duta besar China untuk Inggris, Liu Xiaoming.

"Kami dalam kontak dekat dengan polisi Inggris untuk mencari klarifikasi dan konfirmasi dari laporan yang relevan," katanya.

Truk itu dipindahkan pada Rabu (23/10/2019) ke lokasi yang lebih aman di dermaga Tilbury, sehingga mayat-mayat itu bisa evakuasi.

Detektif terus mengajukan pertanyaan kepada pengemudi truk yang seorang pria berusia 25 tahun dari Irlandia Utara.

Sebuah sumber yang mengetahui penyelidikan itu mengatakan jika laki-laki tersebut adalah Mo Robinson dari Portadown, Irlandia Utara.

BBC juga melaporkan bahwa polisi telah menggerebek dua rumah di Irlandia Utara sebagai bagian dari penyelidikan.

Dalam pembaruan pada hari Kamis (24/10/2019), polisi mengatakan mereka tidak akan berspekulasi tentang identitas tersangka.

"Kami ingin menjadi jelas - kami belum berspekulasi tentang identitas pria ini, dan kami tidak akan melakukannya," kata polisi.

"Kami dapat mengonfirmasi bahwa tiga properti di County Armagh telah dicari sehubungan dengan penyelidikan kami," lanjutnya.

39 mayat tersebut harus menjalani proses identifikasi penuh untuk mengetahui penyebab kematian.

"Ini akan menjadi operasi besar dan pada tahap ini, kami tidak dapat memperkirakan berapa lama prosedur ini akan berlangsung,” ujar polisi.

Status Tiga Orang Terlibat Prostitusi Artis di Hotel Kota Batu Jatim, 1 Konsumen, 1 Makelar, 1 Artis

Bukan kasus pertama

Selama bertahun-tahun, imigran gelap telah berusaha untuk datang ke Inggris dengan cara menumpang di belakang truk.

Dalam tragedi imigran ilegal terbesar di Inggris, jasad 58 orang China ditemukan dijejalkan ke dalam sebuah truk tomat di pelabuhan selatan Dover pada tahun 2000.

Kendaraan itu memulai perjalanannya di Zeebrugge.

Meski jarang terjadi, kasus ini bukan kali pertama ditemukan di Inggris.

Pada 2014, staf pelabuhan peti kemas Tilbury, yang ada di sebelah Grays, mendengar suara teriakan dan pukulan dari dalam sebuah peti kemas.

Setelah dibuka, mereka menemukan 34 orang Sikh Afghanistan yang dalam kondisi mengalami dehidrasi parah, hipotermia, dan kekurangan oksigen.

Satu orang ditemukan sudah dalam kondisi tak bernyawa, yang diyakini meninggal saat dibawa menyeberang laut dari Belgia.

Dalam insiden yang baru saja terjadi ini diketahui truk itu tiba di dermaga Purfleet di Essex, Inggris selatan, setelah melakukan perjalanan dari pelabuhan Zeebrugge Belgia.

Shaun Sawyer, juru bicara nasional kepolisian Inggris tentang perdagangan manusia, mengatakan ribuan orang berusaha datang ke Inggris.

Sementara mereka bisa menyelamatkan banyak dari mereka yang diselundupkan ke negara itu, Inggris menganggap ini adalah kejahatan terorganisir sebagai sasaran potensial yang mudah bagi para pedagang manusia.

"Anda tidak dapat mengubah Britania Raya menjadi benteng. Kami harus menerima bahwa kami memiliki batas permeabel," katanya Shaun kepada radio BBC.

Sebalumnya pihak kepolisian mengaku mereka dibuat waspada oleh layanan ambulans menjelang pukul 01.40 dini hari, menyusul temuan sebuah truk kontainer berisi puluhan orang di Waterglade Industrial Park.

"Kami meyakini truk kontainer ini berasal dari Bulgaria."

"Kami telah menangkap pengemudi truk sehubungan dengan insiden ini dan masih akan menahannya sementara penyelidikan berlanjut," lanjutnya.

Mariner juga mengatakan bahwa diperkirakan truk itu memasuki Inggris pada Sabtu (19/10/2019) di Holyhead, di ujung barat laut Wales dan salah satu pelabuhan utama Irlandia.

Inggris dan Republik Irlandia tidak masuk dalam zona Uni Eropa tanpa perbatasan Schengen.

Namun, merka memiliki sejarah Wilayah Perjalanan Bersama, di mana tidak memberlakukan pemeriksaan terhadap pergerakan barang maupun orang di antara keduanya.

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, mengatakan, dirinya terkejut saat mendengar kabar temuan kontainer penuh jenazah itu dan menyampaikan simpatinya kepada keluarga korban.

"Saya terkejut dengan insiden tragis di Essex ini. Saya turut berduka cita terhadap para korban yang para keluarga yang ditinggalkan," kata Johnson.

(Tribunnewswiki.com/Ami Heppy) 

Artikel ini telah tayang di Tribunpekanbaru.com dengan judul Pesan Gadis Asal Vietnam di Antara 39 Mayat dalam Kontainer: Saya Sekarat, Saya Minta Maaf Ibu.

Editor: Fitriana Andriyani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved