Pernyataan Berubah-ubah, Kontras Sebut Polri Tidak Transparan Ungkap Kasus Akbar Alamsyah
Kontras menilai, Kepolisian tidak transparan terkait kasus Akbar Alamsyah yang tewas ketika kerusuhan di sekitar Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.
"Jam 01.30 (26 September) ada anggota (bernama) AKP Rango yang bertugas di (Polres) Jakarta Barat menemukan seorang laki-laki (Akbar Alamsyah) tergeletak di trotoar," kata Argo.
Selanjutnya, petugas membawa Akbar ke Polres Jakarta Barat untuk mendapatkan pertolongan medis.
• 3 Hukuman untuk Dalang Rusuh Demo, Saran dari Seorang Pensiunan TNI Bintang 4
• Teriak Bilang Sayang ke Mahasiswa, Kisah Perempuan Ditahan Macet saat Demo
• 500 Orang Lebih Diamankan Polisi dari Demo Kemarin di Sekitar Gedung DPR, Gubernur Anies Katakan Ini
Kontras sebelumnya mempertanyakan kondisi Akbar. Kepala Akbar membengkak, bibir bengkak, serta hitung berdarah.
Rosminah, ibu Akbar, mempertanyakan pernyataan Polri. Pasalnya, menurut dokter, luka di tubuh Akbar karena terkena benda tumpul.
Menurut dia, kalau memang terjatuh dari tangga DPR, wajah Akbar seharusnya tidak lebam.
"Di badan tidak ada lebam, hanya di kepala sama wajah. Kuping juga, terus mata, tidak mungkin jatuh. Kalau jatuh otomatis kepala saja (yang terluka), wajah harusnya aman kalau jatuhnya ke belakang," katanya.
(Kompas.com/Cynthia Lova)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kontras: Polri Tidak Transparan Ungkap Kasus Akbar Alamsyah, Pernyataan Berubah-ubah".