Tak Kunjung Diberi Terpal, Pengungsi Siram dengan Bensin dan Nyaris Bakar Kepala Desa Hidup-hidup

Penyaluran bantuan lambat, pengungsi nyaris bakar hidup-hidup kepala desa hidup-hidup gara-gara tak kunjung diberi terpal.

Tak Kunjung Diberi Terpal, Pengungsi Siram dengan Bensin dan Nyaris Bakar Kepala Desa Hidup-hidup
Kompas.com/Rahmat Rahman Patty
Penyaluran bantuan lambat, pengungsi nyaris bakar kepala desa hidup-hidup gara-gara tak kunjung diberi terpal. 

Namun, warga yang datang itu meminta enam buah terpal sekaligus.

“Saya bilang ke dia agar suami yang istrinya mau melahirkan itu datang ambil sendiri karena sebelumnya saya sudah kasih ke dia, lalu mereka marah,” katanya.

Terkait masalah itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku, Farida Salempessy mengatakan, penyaluran bantuan telah menjadi kewenangan BPBD Kabupaten Kota.

“Untuk bantuan itu sudah menjadi tanggung jawab di kabupaten kota,” ujarnya di posko penangulangan bencana.

Sementara itu, menanggapi penyaluran bantuan korban pengungsi yang dinilai masih belum merata itu, Anggota DPRD Kabupaten Maluku Tengah, Subhan Nur Fata meminta BPBD dan pihak berwenang agar dapat menyalurkan bantuan bencana kepada seluruh pengungsi yang berhak menerima.

“Penyaluran bantuan harus sampai ke seluruh pengungsi, jangan pilih-pilih. Intinya semua pengungsi korban gempa harus mendapat haknya, jangan sampai ada pengungsi yang dapat lalu sebagian tidak,” kata politis PAN ini.

Sempat Diberi Oksigen, Seorang Pengungsi Gempa Maluku Tak Tertolong & Meninggal Dunia di Tenda

Penyaluran bantuan yang tak merata

Korban gempa di sejumlah tiitk pengungsian di Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, mengeluhkan penyaluran bantuan bencana kepada para pengungsi yang tidak merata.

Bahkan, sampai saat ini masih ada pengungsi yang sama sekali belum mendapat bantuan yang disalurkan pemerintah maupun relawan.

Padahal mereka sudah berada di hutan sejak gempa berkekuatan 6,8 magnitudo mengguncang wilayah tersebut.

Halaman
1234
Editor: Fitriana Andriyani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved