Minggu, 19 April 2026

Buru Hari Ini

Pemuda Buru Dukung Kehadiran Pos Pengamanan TNI di Tambang Gunung Botak

Bukan tanpa sebab, pasalnya kehadiran TNI dinilai mampu meminimalisir ruang konflik yang kerap berujung anarkis di wilayah tambang emas Gunung Botak.

Penulis: Novanda Halirat | Editor: Mesya Marasabessy
Istimewa
GUNUNG BOTAK - Potret tambang emas Gunung Botak, Kabupaten Buru. 
Ringkasan Berita:
  • Tokoh pemuda dan masyarakat mendukung kehadiran pos pengamanan TNI Kodim 1506/Namlea di wilayah tambang emas Gunung Botak, Kabupaten Buru.
  • Bukan tanpa sebab, pasalnya kehadiran TNI dinilai mampu meminimalisir ruang konflik yang kerap berujung anarkis.
  • Hal itu disampaikan salah satu pemuda setempat yang juga merupakan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Buru, M Idrus Barges.

TRIBUNAMBON.COM - Tokoh pemuda dan masyarakat mendukung kehadiran pos pengamanan TNI Kodim 1506/Namlea di wilayah tambang emas Gunung Botak, Kabupaten Buru.

Bukan tanpa sebab, pasalnya kehadiran TNI dinilai mampu meminimalisir ruang konflik yang kerap berujung anarkis.

Hal itu disampaikan salah satu pemuda setempat yang juga merupakan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Buru, M Idrus Barges.

“Kehadiran personel TNI di pos-pos pengamanan area pertambangan justru bertujuan mulia, yakni memperkecil ruang konflik antar penambang yang kerap berujung pada tindakan anarkis atau pembunuhan," kata Barges melalui pers rilis, Selasa (24/3/2026).

Lanjutnya, keberadaan TNI di lokasi adalah untuk menjamin stabilitas keamanan bagi semua pihak.

Para pelaku usaha pertambangan di lapangan justru merasa sangat terbantu dengan kehadiran aparat. 

“Bahkan masyarakat penambang merasa jauh lebih aman dalam bekerja karena adanya pengawasan dari pihak TNI dan keberadaan tentara terbukti efektif meredam ketegangan horizontal di lokasi tambang,” ungkapnya.

Baca juga: Tunggu Antrian BBM, Kapal Sabuk Nusantara 67 dan 54 Tunda Berlayar dari Pelabuhan Tual

Baca juga: Wabup Mario Lawalata Mediasi Kasus Pengeroyokan Antar Warga di Malteng

Pihaknya juga meminta Pangdam XV/Pattimura dan Dandim 1506/Namlea untuk tetap konsisten mengawal aktivitas warga di area pertambangan.

“Masyarakat juga menegaskan kepada Bapak Pangdam dan Dandim Namlea agar jangan terprovokasi dengan isu-isu yang ingin memecah belah kami dengan tentara. Sesungguhnya kami sangat merasa aman bekerja ketika keamanan dijaga oleh TNI," cetusnya.(*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved