Buru Hari Ini
Kunjungi Buru, Kapolda Maluku Tekankan Tambang Gunung Botak Harus Aman dan Berpihak ke Rakyat
Kapolda Maluku menegaskan pengelolaan tambang emas Gunung Botak harus berpihak pada kesejahteraan masyarakat Buru.
Penulis: Ummi Dalila Temarwut | Editor: Ode Alfin Risanto
Ringkasan Berita:
- Kapolda Maluku menegaskan pengelolaan tambang emas Gunung Botak harus berpihak pada kesejahteraan masyarakat Buru dan tidak memicu konflik sosial.
- Ia mengapresiasi penanganan persuasif aparat serta kesadaran masyarakat menjaga stabilitas keamanan di kawasan tambang.
- Kapolda meminta kekompakan Forkopimda dan memastikan pasca pengelolaan tambang memberi manfaat nyata serta menjaga iklim investasi.
Laporan Jurnalis TribunAmbon.com Ummi Dalila Temarwut
BURU,TRIBUNAMBON.COM - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku, Irjen Pol Dadang Hartanto, menegaskan bahwa pengelolaan tambang emas Gunung Botak (GB) harus benar-benar berpihak pada kepentingan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Buru serta tidak menimbulkan konflik sosial.
Penegasan tersebut disampaikan Kapolda Maluku saat melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Buru, Selasa (20/1/2026).
Dalam keterangannya, Kapolda mengingatkan jajaran Polres Buru agar tetap mengawal dan menjaga kawasan tambang sebagai bagian dari kekayaan negara.
Baca juga: Oknum Jaksa Calo di Maluku Akui Dirinya Tidak Bergerak Sendiri, Ada Bosnya
Baca juga: Hakim Tolak Eksepsi 2 Terdakwa Korupsi Dana Hibah Pembangunan Gereja di KKT
Ia menilai, penanganan yang dilakukan aparat kepolisian di kawasan tambang Gunung Botak sejauh ini sudah berjalan secara persuasif.
“Saya wanti-wanti juga kepada Polres Buru untuk menjaga kekayaan alam kita, kekayaan negara, terutama di tambang. Kemarin saya lihat penanganannya cukup persuasif,” ujarnya saat diwawancarai.
Kapolda juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Buru yang telah menunjukkan kesadaran bahwa stabilitas keamanan merupakan tanggung jawab bersama, bukan semata tugas kepolisian.
“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang sadar bahwa ini adalah karya masyarakat, bukan hanya pihak kepolisian. Masyarakat sadar bahwa wilayah Polres Buru ini, Pulau Buru, harus dikawal bersama,” katanya.
Ia menekankan bahwa pasca pengelolaan tambang, pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan harus memastikan hasilnya benar-benar memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat Buru.
Menurutnya, iklim yang kondusif sangat penting agar investasi tidak terganggu.
“Harus dilihat bagaimana pasca pengelolaan ini untuk kepentingan Buru, untuk kesejahteraan masyarakat Buru. Jangan diganggu, harus didiskusikan dengan baik supaya nanti mereka yang bekerja, investasi dan lain-lain tidak lari,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Maluku juga mengingatkan pentingnya kekompakan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Ia mengajak Wakil Bupati, Ketua DPRD, dan seluruh unsur terkait untuk bersama-sama merangkul masyarakat demi kemajuan daerah.
“Saya ingatkan, pak kompak, ajak masyarakat, jangan ditinggalkan. Kalau semua kompak dan wilayah Buru maju, itu adalah karya bersama,” tegasnya.
Sebelumnya, pada periode 1 hingga 14 Desember, aparat kepolisian bersama TNI dan pemerintah daerah telah melakukan penyisiran terpadu di kawasan tambang emas Gunung Botak, Kabupaten Buru.
| Pemuda Buru Soroti Dugaan Rekayasa Pangkat Direktur RSUD Buru |
|
|---|
| Pemuda Buru Dukung Kehadiran Pos Pengamanan TNI di Tambang Gunung Botak |
|
|---|
| Perkuat Tata Kelola Bersih, Bupati Buru Hadiri Rakor Pencegahan Korupsi di Gedung KPK |
|
|---|
| Kapolda Maluku Bawa Pesan Damai Saat Kunjungan Kerja di Kabupaten Buru |
|
|---|
| Dukung Pemenuhan Gizi Masyarakat, Kapolda Maluku Tinjau Pembangunan SPPG Polri di Namlea |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Kapolda-tambang.jpg)