Kamis, 23 April 2026

Buru Hari Ini

Aksi Brutal di Tambang Ilegal Gunung Botak, Penambang Dikejar dan Dibacok 6 OTK

Insiden mengerikan itu terjadi sekitar pukul 04.00 WIT di kompleks tanah merah, area yang kerap digunakan penambang untuk mengolah material emas. 

Penulis: Ummi Dalila Temarwut | Editor: Mesya Marasabessy
Istimewa
EVAKUASI PEMBACOKAN DI GUNUNG BOTAK - Proses evakuasi korban pembacokan oleh para penambang di Desa Dava, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru, Senin (8/12/2025). 

Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Ummi Dalila Temarwut

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM- Aksi brutal terjadi di kawasan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Gunung Botak, Desa Dava, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru

Seorang penambang asal Kendari, Sulawesi Tenggara, Kaharudin (30), menjadi korban penganiayaan brutal oleh enam orang tak dikenal (OTK) pada Minggu (7/12/2025) dini hari.

Insiden mengerikan itu terjadi sekitar pukul 04.00 WIT di kompleks tanah merah, area yang kerap digunakan penambang untuk mengolah material emas. 

Kaharudin ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri setelah mengalami luka bacok di sejumlah bagian tubuhnya, mulai dari punggung, betis, hingga paha. 

Ia dilarikan ke RSUD Lala untuk mendapatkan perawatan intensif.

Berdasarkan Informasi yang dihimpun TribunAmbon.com menyebutkan, kejadian bermula sekitar pukul 03.00 WIT. 

Baca juga: Koalisi Garda NKRI Ambon Tuntut Kejati Soal Dugaan Mafia BBM Subsidi di SPBU Lateri

Baca juga: Diduga Sakit, Warga Tasikmalaya Ditemukan Tewas di Penginapan Mulia Ambon

Saksi bernama Umar menuturkan bahwa ia dan korban sedang duduk di tenda sambil menjaga bak rendaman ketika mesin alkom yang mereka gunakan mengalami gangguan.

Saat korban mencari kunci untuk memperbaiki mesin, tiba-tiba enam OTK muncul.

“Tiba-tiba enam orang tidak dikenal datang dan langsung menempelkan golok ke leher saya,” ujarnya.

Para pelaku mengancam agar mereka tidak bergerak dan memerintahkan keduanya melepas pakaian.

 Situasi semakin tegang ketika salah satu pelaku melontarkan kalimat ancaman.

Takut dengan ancaman pembunuhan itu, korban mencoba kabur.

Namun empat pelaku langsung mengejarnya dan menganiaya korban menggunakan senjata tajam.

Umar mengaku memilih kabur ke area tanah merah untuk menyelamatkan diri. 

Sumber: Tribun Ambon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved