Rabu, 15 April 2026

SBT Hari Ini

Pedagang Pasar Gumumae Bula Resah, Barang Dagangan Sering Hilang Saat Malam Hari

Pedagang Pasar Gumumae Bula keluhkan maraknya pencurian barang dagangan.

Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Ode Alfin Risanto
TribunAmbon.com/Haliyudin Ulima
KONDISI PASAR - Aktivitas pedagang sayur di dalam Pasar Rakyat Gumumae, Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Senin (30/3/2026). Sejumlah pedagang mengeluhkan maraknya kehilangan barang dagangan, terutama saat malam hari, akibat minimnya pengawasan dan fasilitas keamanan di area pasar. 
Ringkasan Berita:
  • Pedagang Pasar Gumumae Bula keluhkan maraknya pencurian barang dagangan.
  • Minimnya pengawasan membuat pasar rawan kehilangan, terutama saat malam.
  • Pedagang minta pemerintah tingkatkan keamanan agar aktivitas jual beli tetap aman.

Laporan Wartawan TribunAmbon.com

BULA, TRIBUNAMBON.COM – Sejumlah pedagang di Pasar Rakyat Gumumae, Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), mengeluhkan maraknya kehilangan barang dagangan dalam beberapa waktu terakhir.

Kondisi ini dinilai merugikan pedagang kecil yang bergantung pada hasil jualan harian untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Salah satu pedagang sayur, Mama Ulfa (42), mengaku sering kehilangan barang dagangan, terutama saat kondisi pasar sepi pada malam hari.

Baca juga: Siera Latupeirissa Desak Regulasi: Upah dan Jam Kerja Musisi Ambon Harus Jelas

Baca juga: Penertiban Gagal, Pedagang Kembali Berjualan di Badan Jalan Pasar Bongkar Bula

Menurutnya, tidak adanya penjagaan yang memadai membuat area pasar rawan pencurian.

“Kadang ada yang nyuri, barang suka hilang karena sunyi, karena tidak ada yang jaga,” ujarnya kepada TribunAmbon.com, Senin (30/3/2026).

Ia menjelaskan, barang yang hilang umumnya berupa sayuran yang mudah dibawa, seperti cabai kecil hingga daun sayur.

“Kadang cili lemon sayur itu diambil semua,” katanya.

Tak hanya itu, barang dagangan dengan nilai lebih besar pun turut menjadi sasaran.

“Kemarin malam, nangka satu buah mau dibelah untuk dijual, eh ternyata malamnya sudah diambil orang,” ungkapnya.

Parahnya, kondisi ini sudah berlangsung cukup lama dan belum ada solusi konkret dari pihak terkait.

Pedagang lainnya juga mengaku mengalami hal serupa, meski tidak semua berani melapor.

Sebagian pedagang memilih pasrah karena khawatir tidak ada tindak lanjut.

Meski begitu, mereka berharap pemerintah daerah dapat meningkatkan pengawasan dan menyediakan sistem keamanan yang lebih baik di kawasan pasar.

“Katong (kami) berharap pemerintah bisa tingkatkan pengawasan dan siapkan sistem keamanan yang lebih baik di pasar, supaya barang jualan ini aman dan kami juga bisa jualan dengan tenang,” tutupnya.(*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved