SBT Hari Ini
Penertiban Gagal, Pedagang Kembali Berjualan di Badan Jalan Pasar Bongkar Bula
Penertiban Pasar Bongkar Bula belum efektif, pedagang kembali berjualan di badan jalan.
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Ode Alfin Risanto
Ringkasan Berita:
- Penertiban Pasar Bongkar Bula belum efektif, pedagang kembali berjualan di badan jalan.
- Aktivitas pasar picu kemacetan dan kondisi jalan becek.
- Warga minta solusi tegas dan jangka panjang dari pemerintah.
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Upaya penertiban yang dilakukan pemerintah daerah di kawasan Pasar Bongkar, Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), belum menunjukkan hasil maksimal.
Buktinya, pada Senin (30/3/2025) sore, sejumlah pedagang kembali beraktivitas di lokasi tersebut, khususnya penjual ikan yang menggelar lapak di sepanjang badan jalan.
Padahal sebelumnya, Dinas Koperasi UKM, Perindustrian dan Perdagangan bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) telah melakukan penertiban untuk menata kawasan pasar agar lebih tertib.
Baca juga: Terlapor Santai, Korban Merugi: IRT Ambon Tuntut Kepastian Hukum Usai 4 Bulan Lapor Polisi
Baca juga: 7 Jam Diperiksa Kejati, Kadis ESDM Maluku Ungkap Izin Tambang SBB Sudah Lengkap
Namun di lapangan, kondisi kembali seperti semula.
Aktivitas jual beli berlangsung di pinggir jalan, memicu kepadatan lalu lintas dan membuat ruas jalan menjadi sempit.
Pantauan TribunAmbon.com, kendaraan yang melintas harus memperlambat laju bahkan bergantian melewati titik-titik tertentu karena badan jalan dipenuhi pedagang dan pembeli.
Selain itu, kondisi jalan terlihat becek akibat sisa air dari dagangan ikan.
Sejumlah warga menilai, kembalinya pedagang di lokasi tersebut menunjukkan bahwa penertiban yang dilakukan belum menyentuh akar persoalan.
“Sudah pernah ditertibkan, tapi kembali lagi. Ini bikin jalan tambah kacau,” ujar Bapak Sulaiman (41), salah satu warga yang melintas.
Menurutnya, keberadaan lapak di pinggir jalan membuat akses kendaraan menjadi terbatas, terlebih saat aktivitas pasar sedang ramai.
“Kalau begini terus, percuma ditertibkan. Harus ada solusi yang benar-benar tegas supaya tidak terulang,” tambahnya.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya yang berharap ada tindakan nyata dari pemerintah.
“Kalau dibiarkan terus, nanti makin parah. Jalan-jalan yang ada di Bula ini bisa jadi tempat jualan semua," ular Ulfa (31) salah seorang warga di lokasi.
Dirinya berharap pemerintah daerah tidak hanya melakukan penertiban sementara, tetapi juga menyiapkan solusi jangka panjang yang tegas dan berkelanjutan.
“Beta harap pemerintah jangan cuma datang tertibkan lalu selesai. Harus ada solusi jangka panjang yang tegas supaya pedagang juga punya tempat, tapi jalan tetap aman dan tertib,” tutupnya.(*)
| Harga Cabai di Pasar Gumumae Bula Tembus Rp. 100 Ribu per Kilo, Pedagang Keluhkan Harga Pasok |
|
|---|
| Jelang Paskah, Polres SBT Perkuat Edukasi Anti Miras di Masyarakat |
|
|---|
| 3 Kali Amblas, Oprit Jembatan Wai Kian Tak Kunjung Diperbaiki Permanen |
|
|---|
| Pantai Timbul Tenggelam Dipenuhi Sampah, Warga Sorot Buruknya Pengelolaan di Kota Bula |
|
|---|
| 3 Rumah Hancur Diterjang Abrasi di Amarsekaru SBT, Warga Minta Dibangun Talud |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Pasar-Bongakr-123.jpg)