Harga cabai di Pasar Binaiya Masohi melonjak jelang Lebaran, cabai keriting Rp80 ribu/kg dan cabai rawit Rp90 ribu/kg.
Kenaikan hampir dua kali lipat dari harga normal, dipicu tingginya permintaan pasar dan keterbatasan stok, terutama cabai rawit.
Meski mahal, pembeli tetap membeli untuk kebutuhan Lebaran, sementara pedagang harus berebut stok dari distributor.
Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo MALTENG,TRIBUNAMBON.COM - Kenaikan barang jelang perayaan Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah terjadi hampir di seluruh komoditas pangan. Salah satunya terjadi pada komoditi penyumbang inflasi yaitu cabai keriting dan cabai rawit di Pasar Binaiya Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, Rabu (18/3/2026). Baca juga: Jelang Lebaran, Harga Bawang di Masohi Tembus Rp. 60 Ribu per Kg, Stok Tetap Aman
Cabai keriting makin mahal dibanderol Rp. 80 ribu per kilo sementara cabai rawit dipasarkan Rp. 90 ribu per kilo. Kenaikan harga hampir dua kali lipat dari hari-hari biasanya, dimana sebelum Ramadan harga cabai keriting dipasarkan standar Rp. 45 ribu per kilo, juga cabai rawit dijual dengan harga Rp. 50 ribu sampai dengan Rp. 60 ribu per kilo. Kenaikan harga mencapai sekitar Rp. 30 ribu ini membuat pedagang tak punya pilihan lain selain menyesuaikan dengan harga eceran. Alhasil cabai rawit yang biasanya dijual Rp. 10 ribu per cupa, kini dikenakan harga Rp. 15 ribu per cupa. Begitupula pada cabai keriting. Meroketnya harga komoditas yang banyak dikonsumsi itu terjadi lantaran meningkatnya permintaan pasar baik pasar utama di Kota Masohi maupun pasar-pasar lokal lainnya di luar Kota Masohi. Kepada TribunAmbon, seorang pembeli, Sukma Seknun (28) mengaku, mau tak mau ia tetap membeli dua komoditi tersebut untuk kebutuhan memasak di momen Lebaran. "Biar mahal tapi mau deng seng, tetap harus beli," ujarnya singkat. Di sisi lain, pedagang, Mama Siti menyampaikan bahwa khusus cabai rawit cukup langka belakangan ini. Para pengecer harus berebutan bila distributor barang tiba di Pasar Binaiya. "Harus baku rebut, kalau seng (tidak), maka langsung habis, memang Cili besar sekarang ada langka," tukas Mama Siti. (*)