Selasa, 5 Mei 2026

Malteng Hari Ini

Ramadan 1447 H, Cabai Makin Mahal di Masohi, Tembus Rp 60 Ribu per Kg 

‎Komoditas penyumbang inflasi itu terpantau alami kenaikan harga di Pasar Binaiya Masohi, Maluku Tengah, Sabtu (21/2/2026).

Tayang:
TribunAmbon.com/Silmi/Silmi Sirati Suailo
CABAI KERITING - Pedagang menjajakan cabai keriting di Pasar Binaiya Masohi, Maluku Tengah, Sabtu (21/2/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Harga cabai keriting mulai merangkak naik saat Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah. 
  • ‎‎Komoditas penyumbang inflasi itu terpantau alami kenaikan harga di Pasar Binaiya Masohi, Maluku Tengah, Sabtu (21/2/2026).
  • ‎‎Pantauan TribunAmbon di lokasi, sekira pukul 12.30 WIT, Cabai keriting yang alami lonjakan harga di angka Rp 60 ribu per kilo dari harga sebelumnya Rp  25 ribu hingga Rp 30 ribu per kilonya. 
  • ‎Kenaikan harga hampir dua kali lipat terjadi lantaran pasokan dan permintaan pasar yang meningkat.

‎Laporan Jurnalis TribunAmbon com, Silmi Sirati Suailo 

‎MALTENG, TRIBUNAMBON.COM - Harga cabai keriting mulai merangkak naik saat Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah. 

‎Komoditas penyumbang inflasi itu terpantau alami kenaikan harga di Pasar Binaiya Masohi, Maluku Tengah, Sabtu (21/2/2026).

‎Pantauan TribunAmbon di lokasi, sekira pukul 12.30 WIT, Cabai keriting yang alami lonjakan harga di angka Rp 60 ribu per kilo. 

‎Padahal sebelum Bulan Suci Ramadan, cabai keriting cukup landai dipasarkan Rp  25 ribu hingga Rp 30 ribu per kilonya. 

‎Kenaikan harga hampir dua kali lipat terjadi lantaran pasokan dan permintaan pasar yang meningkat.

Baca juga: Hari ke-3 Ramadan, BMKG Prediksi Hujan Ringan Guyur Kota Ambon

Baca juga: Setahun Kepemimpinan, Pemkab SBT Buka Ruang Kritik Lewat Forum Refleksi


‎Selain cabai keriting, harga cabai rawit mulai terpantau naik dari sebelumnya Rp 45 ribu per kilo kini naik menjadi Rp 60 ribu per kilo. 

‎Adapula tomat yang saat ini mulai mahal dibanderol Rp 20 ribu per kilo, sebelumnya tepat Januari 2026 lalu tomat masih terjangkau dipasarkan Rp 15 ribu per kilo di Pasar Binaiya. 

‎Selain itu, komoditas lemon cina khas Maluku masih terjangkau dijajakan pedagang Rp 12 ribu per kilonya.

‎Kenaikan harga ini cukup dirasakan efeknya oleh pedagang di Pasar Binaiya, salah satunya Sriyanti (30).

Sebagai pengecer, ia membeli pasokan barang dari distributor. Artinya sudah di tangan kedua.

‎"Kita ambil sudah dari tangan kedua, distributor, biasanya ini hasil petani di Kobi Seram Utara," turu Sri.


‎‎Ketika ia jual, maka harus disesuaikan dengan daya beli masyarakat, tak bisa terlalu mahal namun berpengaruh ke keuntungan yang ia peroleh. 

‎"Menyesuaikan harga saja, kita juga tidak bisa langsung kasnaik harga," tukasnya.

‎Walau begitu, dirinya bersyukur lantaran dagangannya tetap saja laris terlebih saat bulan puasa.

‎Ia mengaku pembeli cukup banyak, mulai dari H-2 Jelang Ramadan hingga saat ini. 

‎"Alhamdulillah, pembeli lumayan dari sebelum puasa sampai hari ini," tutup Sri. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved