Sebagai lokus penghasil padi dan tanaman hortikultura terbanyak di Maluku, petai padi di Maluku Tengah kembali hasilkan puluhan ribu ton gabah.
Pada musim tanam tahun 2025 per hektar bisa hasilkan gabah kering panen (GKP) 6 samapi 7 ton GKP bahkan ada yang menyentuh 8 ton per hektar.
Musim tanam I 2025 Petani Seram Utara Kobi-Seti menghasilkan 22 ribu ton GKP. Dan musim tanam dua hasilkan GKP sebanyak 20 ribu ton.
Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo MALTENG, TRIBUNAMBON.COM - Sebagai lokus penghasil padi dan tanaman hortikultura terbanyak di Maluku, petai padi di Maluku Tengah kembali hasilkan puluhan ribu ton gabah. Pada musim tanam tahun 2025 per hektar bisa hasilkan gabah kering panen (GKP) 6 samapi 7 ton GKP bahkan ada yang menyentuh 8 ton per hektar. Musim tanam I 2025 Petani Seram Utara Kobi-Seti menghasilkan 22 ribu ton GKP. Dan musim tanam dua hasilkan GKP sebanyak 20 ribu ton. Namun belakangan petani dihadapkan dengan kendala penyerapan usai panen sejak Januari hingga Februari 2026 ini. Atas hal itu Komisi II DPRD Maluku Tengah memberikan atensi khusus. Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi, Hidayat Samalehu, Rabu (18/2/2026). Dikatakan, tepat Januari Komisi II merespon penyerapan gabah melalui forum Rapat Dengar Pendapat (RDP) Rapat dengan melibatkan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Maluku Tengah, Dinas Ketahanan Pangan Maluku Tengah dan Dinas Indah Maluku Tengah. Atas RDP itulah Komisi II berkesimpulan bahwa harus menemui Perum Bulog Maluku Maluku Utara. "Mau tidak mau kita harus melakukan komunikasi, koordinasi sekaligus bertemu langsung dengan Bulog menyangkut dengan penyerapan," ujar Sekretaris Fraksi Demokrat itu.
Pihaknya juga mendorong Perum Bulog agar hasil panen petani harus diserap semua, agar aktifitas tanam hingga produksi bisa berjalan kembali. "Petani juga bisa memaksimalkan hasil panen, kalau hasil panen mereka tidak dibeli lantas kemudian masa tanam berikutnya bisa jadi permasalahan bagi petani," tukas Hidayat Samalehu. Ia menyampaikan agenda Komisi II DPRD Maluku Tengah tuk bertemu pihak Bulog dalam rangka memastikan kapasitas penyerapan gabah petani di Maluku Tengah. Ia juga menekankan bahwa produksi pertanian tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo soal swasembada pangan. "Biar kemudian semangat Presiden Prabowo untuk swasembada pangan dan kemudian semangat dari Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah soal swasembada pangan bisa tercapai," tutup Samalehu. (*)