Masa panen II di Maluku Tengah diperkirakan menghasilkan sekitar 22 ribu ton gabah dan berlangsung hingga awal Februari 2026.
Wabup Malteng Mario Lawalata menegaskan harga serapan gabah harus Rp6.500 per kilo dan tidak boleh ada permainan harga.
Bulog telah menyerap sekitar 500 ton beras, sementara stok pangan jelang Ramadan dipastikan masih aman.
Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo MALTENG,TRIBUNAMBON.COM - Berlangsungnya masa panen II di Kabupaten Maluku Tengah ditaksir menghasilkan 22 ribu ton gabah. Masa panen berlangsung sejak akhir Desember 2025 dan diperkirakan bakal selesai di awal Februari 2026. Bulog diketahui telah menyerap gabah kering panen (GKP) petani, dimana standar harga yang ditetapkan secara nasional yakni Rp 6.500 per kilo.
Namun belakangan, tersiar kabar bahwa gabah petani diserap dengan harga di bawah standar. Atas hal itu, Wakil Bupati Maluku Tengah, Mario Lawalata menegaskan bahwa penyerapan harga harus di angka Rp 6.500 per kilo. Penegasan itu disampaikan Wakil Bupati Maluku Tengah, Mario Lawalata usai menghadiri Rapat Paripurna Tutup-Buka Sidang 2026 DPRD Kabupaten Maluku Tengah, Senin (19/1/2026). "Sejauh ini laporannya belum sampai ke saya, tapi penyerapan harus Rp. 6.500 sesuai harga yang berlaku untuk seluruh Indonesia," tegas Mario. Ia bahkan menekankan agar tidak ada permainan harga untuk penyerapan gabah petani. Bahkan Wabup menyampaikan bahwa jika terjadi permainan harga, maka pihkanya tentu bakal mengevaluasi. "Tidak boleh ada yang main-main, karena kalau ada yang main-main sebagai perhatian kita untuk bagaimana melakukan evaluasi," tukas Wabup. Wabup menyatakan, telah dilakukan penyerapan gabah sesuai laporan yang ia terima dari Dinas Ketahanan Pangan Maluku Tengah. "Memang kemarin sudah diserap, ada koordinasi yang disampaikan dari Dinas Ketahanan Pangan, dimana sudah berkoordinasi dengan Bulog dan sudah diserap walaupun belum semua tetapi itu semua sudah melakukan langkah-langkah (penyerapan)," jelas Mario. Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Maluku Tengah, Juliana Haumahu menerangkan bahwa beras sudah diserap di angka 500 ton. Terkait penyerapan gabah secara keseluruhan, Kadis mengaku sesuai kapasitas Bulog, sesuai arahan. Namun tergantung petani lantaran harus memenuhi kebutuhan konsumsi. "Mereka kan harus memenuhi kebutuhan konsumsi, tidak semua harus dijual kan," tukas Juliana. Juliana juga memastikan untuk stok pangan jelang Ramadan masih tercukupi. "Untuk stok masih aman, karena stok masih banyak," tandas Juliana. (*)