Kamis, 16 April 2026

Malteng Hari Ini

Ini Skema Pemda Malteng Tangani Sampah di Luar Daerah Masohi 

Wabup Malteng menyampaikan, masalah persampahan di luar daerah Kota Masohi semisal di Salahutu pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemkot Ambon.

|
TribunAmbon.com/Silmi/Silmi Sirati Suailo
TUMPUKAN SAMPAH - Tumpukan sampah di kawasan Kampung Kodok Kota Masohi, Maluku Tengah, November 2025 lalu. 
Ringkasan Berita:
  • Sejumlah kecamatan di luar Ibu Kota Kabupaten Maluku Tengah belum tersentuh penanganan persampahan terpadu. 
  • ‎Alhasil sebagain besar masyarakat masih membuang sampah bukan pada tempatnya, semisal yang terjadi di sejumlah ruas jalan di Kecamatan Salahutu.
  • ‎Pola ini, tentu menjadi persoalan yang patut diatasi, terlebih untuk menjaga lingkungan untuk keberlangsungan hidup kedepan.

Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo 

‎MALTENG,TRIBUNAMBON.COM - Sejumlah kecamatan di luar Ibu Kota Kabupaten Maluku Tengah belum tersentuh penanganan persampahan terpadu. 

‎Alhasil sebagain besar masyarakat masih membuang sampah bukan pada tempatnya, semisal yang terjadi di sejumlah ruas jalan di Kecamatan Salahutu.

‎Pola ini, tentu menjadi persoalan yang patut diatasi, terlebih untuk menjaga lingkungan untuk keberlangsungan hidup kedepan.

‎Kepada awak media di Kota Masohi, Selasa (6/1/2025), Wakil Bupati Maluku Tengah, Mario Lawalata memberikan responnya.

‎Wakil Bupati Maluku Tengah itu menyampaikan, masalah persampahan di luar daerah Kota Masohi semisal di Salahutu pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Ambon.

‎"Dan DLH Kota Ambon yang nanti membantu mengangkut sampah. Untuk jangka panjang kedepannya kita akan menyiapkan kontainer agar setiap hari DLH Kota Ambon langsung mengangkut," ujar Wabup. 

Baca juga: Cabut Gigi Berujung Gangguan Medis, Pasien RSUD Masohi Minta Tanggung Jawab

Baca juga: Neraca Perdagangan Maluku Masih Tertekan, Defisit Capai USD 266,16 Juta Hingga November2025

‎Ia menegaskan bahwa pihaknya berupaya tingkatkan kesadaran masyarakat tuk membuang sampah pada kontainer tersebut.

‎"Bahwa ada tempat pembuangan sampah. Kita tahu bahwa tahun ini tahun efisiensi anggaran, olehnya itu kami berpikir keras bahwa di tengah efisiensi ini harus ada inovasi untuk Maluku Tengah Bangkit," cetusnya.

‎Diakui, memasuki tahun baru 2026 artinya ada harapan baru di Kabupaten Maluku Tengah, salah satunya berhubungan dengan kebersihan.

‎"Saya bersama Kadis Lingkungan Hidup (DLH) meninjau beberapa titik di Kota Masohi. Mulai besok dan seterusnya kita akan bikin Masohi lebih bersih, rapi dan tertata," imbuh Mario.

‎Selain itu, ia juga merespon soal pemotongan gaji Tengah Harian Lepas (THL) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Malteng.

‎Diketahui, gaji Tenaga Harian Lepas (THL) semulanya Rp 2.050.000, turun menjadi Rp 1.250.000.

‎Mario menyebut, walau dipotong, skema jam kerja THL dikurangi.

‎"Memang betul yang terjadi karena efisiensi anggaran, saya dapat laporan dari Kadis bahwa jam kerja para pegawai dikurangi sesuai upah mereka. Bukan berarti kita diam kita lagi berpikir mungkin kedepan ada inovasi disesuaikan dengan regulasi yang ada." tukasnya. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved