Kamis, 23 April 2026

Malteng Hari Ini

Belum Ada Perpustakaan Tetap, Sekolah Rakyat Terintegrasi 73 Malteng Andalkan Perpusling

Pada pekan ini, Perpusling melayani para siswa, dengan membawa buku bebagai topik, ada buku fiksi, buku bergambar, juga buku pengetahuan.

TribunAmbon.com/Silmi/Silmi Sirati Suailo
PERPUSTAKAAN KELILING - Momen para siswa antusias membaca buku di Perpustakaan Keliling milik Dinas Perpustakaan Maluku Tengah, Rabu (10/12/2025). 

Laporan Jurnalis TribunAmbon.com , Silmi Sirati Suailo 

‎MASOHI,TRIBUNAMBON.COM - Sekolah Rakyat Terintegrasi 73 Maluku Tengah belum memiliki perpustakaan yang padu.

‎Atas kondisi itu, pihak sekolah tak tinggal diam, melainkan gerak cepat koordinasi dengan Perpustakaan Keliling (Perpusling) dari Dinas Perpustakaan Maluku Tengah. 

‎Dalam sepekan, Perpusling menyambangi sekolah yang baru beroperasi sejak Oktober 2025 itu. 

‎Pada pekan ini, tepat Rabu (10/12/2025), Perpusling melayani para siswa, dengan membawa buku bebagai topik, ada buku fiksi, buku bergambar, juga buku pengetahuan.

‎Di kesempatan tersebut kepada TribunAmbon.com, Risdam siswa kelas VII-1, Saina siswi kelas VII-2, dan Noven siswi kelas VII-3, mengungkapkan antusiasme mereka.

‎Ketiga siswi tersebut nampak gembira, lantaran bisa membaca berbagai buku, paling menarik dikatakan Saina ialah buku bergambar.

‎"Beta suka buku bergambar, karena bagus dan keren," ujar Saina tersipu malu saat dikonfirmasi.

Baca juga: 7 OPD di SBT Masih Sewa Kantor, DPRD Nilai Pemborosan Anggaran di Tengah Efisiensi

Baca juga: DPRD SBT Bongkar Fakta Hilirisasi Sagu yang Diklaim Pemda



‎Pada hari ini, masing-masing dari mereka membaca buku fiksi berjumlah puluhan halaman. 

‎Sementara Risdam mengaku, ia lebih suka membaca buku agama, terlebih Noven menyukai buku-buku komik.

‎Merespon pelayanan Perpusling tersebut, Kepala Perpustakaan Sekolah Rakyat, Aprianti Vanath menuturkan, pihaknya sangat merespon baik pelayanan perpustakaan keliling karena Sekolah Rakyat Terintegrasi 73 Maluku Tengah belum mendapatkan bantuan buku dari pusat.

‎"Dan direncanakan pada tahun 2026 ini oleh karena itu untuk mengisi kebutuhan anak-anak, sebagai pengelola Perpustakaan kami melakukan kerja sama dengan Perpustakaan Daerah. Guna menghadirkan perpustakaan keliling di sekolah," tutur Aprianti. 

‎Pihaknya direspon baik dari pihak Perpustakaan untuk datang ke sekolah melakukan pelayanan membaca.

‎"Kami bekerja sama dan dijadwalkan setiap sepekan sekali setiap hari Kamis," imbuh Aprianti.

‎Harapan kedepannya, walaupun nanti pihaknya memiliki perpustakaan sendiri di sekolah, namun tetap bekerja sama dengan Perpustakaan Daerah dimana anak-anak bisa berkunjungan ke perpustakaan.

‎"Mulanya saya cukup khawatir para siswa tidak merespon baik, namun Alhamdulillah siswa-siswi sangat antusias membaca buku dan menyambut kehadiran perpustakaan keliling ini," pungkas Aprianti. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved