Sabtu, 30 Mei 2026

Malteng Hari Ini

Warga Negeri Manusela Protes dan Tolak Koordinat 136, Diduga Serobot Hutan Adat

Titik koordinat tersebut berada dekat pemukiman warga, kebun, tanaman sagu, hingga sumber air masyarakat dan disebut mengancam area penghidupan warga.

Tayang:
Istimewa/Istimewa
AKSI PROTES - Aksi protes yang dilakukan masyarakat adat Negeri Manusela, Kecamatan Seram Utara, Maluku Tengah, Senin (25/5/2026) lalu. 
Ringkasan Berita:
  • Masyarakat Adat Negeri Manusela memprotes pematokan titik koordinat 136 oleh Tim Smart Patrol Balai Taman Nasional Manusela yang diduga menyerobot kawasan hutan adat.
  • Titik koordinat tersebut berada dekat pemukiman warga, kebun, tanaman sagu, hingga sumber air masyarakat dan disebut mengancam area penghidupan warga.
  • Warga mengaku belum mendapat sosialisasi maupun penjelasan resmi terkait tujuan pematokan koordinat 136 dan meminta BTN Manusela segera menindaklanjuti persoalan tersebut.

‎Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo 

‎MALTENG,TRIBUNAMBON.COM - Tepat 15 September 2025 lalu, Pemuda Negeri Manusela, Roland Maloy mendampingi Tim Smart Patrol Balai Taman Nasional (BTN) Manusela melakukan survey potensi alam (kekayaan hayati dan hewani) di Hutan Manusela, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah.

‎Berjarak 15 menit atau perkiraan 2 Kilometer sampai dengan 2,5 Kilometer dari pemukiman warga, tepat di Kali Ilepa, Tim Smart Patrol BTN Manusela mematok koordinat 136. 

Baca juga: GASIRA Maluku Ajak Masyarakat Lindungi Korban Kekerasan Seksual Anak Bukan Dikucilkan

Baca juga: Jelang Piala Dunia 2026, Penjualan Jersey Bola di Ambon Meningkat Tajam

‎Koordinat 136 yang dipatok Smart Patrol BTN Manusela diduga serobot area hutan Masyarakat Adat Negeri Manusela.

‎Kejadian delapan bulan lalu tanpa sosialisasi tujuan pematokan Koordinat 136 oleh Tim Smart Patrol BTN Manusela. 

‎Dari kejadian itu, muncul kekhawatiran Masyarakat Adat Manusela, Kecamatan Seram Utara. Sebagai negeri penyangga Taman Nasional Manusela, sumber penghidupan mereka berasal dari alam.

‎Titik koordinat 136 dipatok persis di area pepohonan sagu, dusun-dusun (kebun) warga, serta anak dusun dari negeri Manusela.

‎Masyarakat Manusela Sampaikan Protes 

‎Tepat 25 Mei 2026 lalu, Masyarakat Adat Manusela menyampaikan protes, aksi itu berlangsung di halaman Negeri Manusela.

Poster berisikan penolakan dibentangkan masyarakat.

‎Dalam seruan aksi itu masyarakat berbondong-bondong menolak titik koordinat 136 yang ada di Negeri Manusela.

‎Roland Maloy mewakili masyarakat meminta Balai Taman Nasional Manusela agar dengan cepat menindaklanjuti titik koordinat 136. Masyarakat merasa terganggu dalam aktifitas keseharian. 

‎"Masyarakat Negeri Manusela Terkhusus di petuanan, (apalagi) yang punya kebun dan dusun," ujar Roland.

‎Ia menjelaskan, titik koordinat (dicanangkan) pada 15 September 2025, oleh Tim Smart Patrol BTN Manusela berada sangat dekat dengan pemukiman warga bahkan dengan dusun-dusun (area perkebunan).

‎"Dong (mereka) datang untuk sama-sama melihat titik koordinat untuk potensi. Tetapi titik koordinat 136 yang berada di Negeri Manusela sangat dekat dengan pemukiman, juga (meliputi) hasil usaha (lahan garapan perkebunan) warga Manusela. Untuk area yang terancam, ada banyak, ada kebun (pangan), kebun Cokelat, tanaman sagu, bahkan juga rumah-rumah dusun," jelas Roland Maloy .

‎Ia memperkirakan sekitar 7 sampai 10 lebih (rumah warga) bahkan dusun-dusun (kebun) sagu, masuk dalam titik koordinat. Adapula sumber air masyarakat Manusela. 

‎"Pada saat kunjungan mereka (Smart Patrol BTN Manusela) terkait dengan survey potensi di titik koordinat 136 sudah ada penolakan dari warga Manusela. Tetapi, sampai saat ini belum ada peninjauan kembali terkait titik koordinat 136," jelas Roland.

‎Tanpa sosialisasi, tanpa pemberitahuan jelas, titik koordinat yang dipatok menjadi misteri bagi masyarakat Negeri Manusela.

‎"Dengan demikian titik ini menjadi misteri untuk kami masyarakat Manusela.  Jarak dari kampung dengan titik koordinat belum diukur ya, tapi kalau lama perjalanan itu 15 menit dari dalam Negeri ke titik koordinat 136, jadi sekitaran 2 Km sampai dengan 2,5 Km," tandas Roland.

‎Sementara itu, hingga berita ini diturunkan Balai Taman Nasional Manusela belum memberikan keterangan resminya. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved