Malteng Hari Ini
Talud Pantai Negeri Haya Malteng Rusak Parah, Keselamatan Warga Terancam
Talud penahan ombak di Negeri Haya, Maluku Tengah, mengalami kerusakan parah dan mengancam permukiman warga pesisir.
Penulis: Silmi Sirati Suailo | Editor: Ode Alfin Risanto
Ringkasan Berita:
- Talud penahan ombak di Negeri Haya, Maluku Tengah, mengalami kerusakan parah dan mengancam permukiman warga pesisir.
- Ombak tinggi saat musim penghujan merusak sejumlah bangunan, termasuk Musholla Raudatussalam di bibir pantai.
- Warga mendesak Pemda Maluku Tengah segera memperbaiki talud sebelum warga pesisir terpaksa direlokasi.
Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo
MALTENG,TRIBUNAMBON.COM - Talud penahan ombak di Negeri Haya, Kecamatan Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah alami kerusakan berat.
Terlebih salah memasuki musim penghujan pemukiman Warga Haya terancam rusak akibat hantaman ombak.
Seperti yang terjadi pada Sabtu (16/5/2026), intensitas ombak yang kian tinggi menghantam talud yang dibangun persis di belakang rumah warga.
Salah seorang warga, Sardi Hatuluayo mengatakan, talud pantai Negeri Haya sudah mengalami kerusakan sejak lama dan sampai hari ini belum ada perbaikan dari Pemerintah.
Baca juga: Jadwal Kapal Maluku 17 Mei 2026: Tujuan Bula, Geser, Gorom hingga Kesui
Baca juga: Soekarno Cup U-17 Resmi Bergulir di Masohi, Benhur Watubun: Cari Talenta Terbaik Maluku
Ia prihatin sekaligus khawatir lantaran saat ini mulai memasuki musim penghujan di sebagian besar wilayah Maluku. Atas hal itu, ia meminta penanganan serius dari Pemerintah khususnya Pemda Tengah.
"Talud pantai Negeri Haya sudah mengalami kerusakan yang begitu parah, sehingga butuh penanganan serius oleh Pemda Maluku Tengah," ujar Sardi.
Dikatakan, sejumlah bangunan di pesisir pantai telah mengalami kerusakan akibat hantaman ombak.
"Beberapa rumah di pesisir pantai sudah mengalami kerusakan akibat tinggi dan besarnya ombak," tukasnya.
Bangunan tersebut antara lain, Musholla Raudatussalam Negeri Haya, dimana WC dan area Wudhu hancur akibat diterjang ombak.
Mushollah lebih terancam hancur dihantam ombak karena jaraknya dengan bibir pantai sekitar 4 meter.
"Pemda harus turun segera ke Haya dan melihat langsung kondisi talud disana dan harus diperbaiki secepatnya," pintanya.
Menurutnya, jika tidak segera ditangani maka masyarakat yang tinggal di pesisir pantai mau tidak mau harus direlokasi ke tempat yang lebih aman.
"Talud Haya harus diprioritaskan, ini menyangkut hidup orang banyak dan kami berharap Pemda Malteng harus melakukan pemerataan pembangunan khususnya di Negeri Haya," tegas Sardi.
Ia menyampaikan, keselamatan masyarakat Haya yang tinggal di pesisir kian terancam jika talud pantai tidak diperbaiki dan dibangun.
"Kami mohon ada keadilan pembangunan untuk kami," tandasnya. (*)
| Belasan Anak Korban Kekerasan Seksual di Maluku Terima Beasiswa, LPAI Bangkitkan Harapan Masa Depan |
|
|---|
| Soal Batas Kawasan Hutan, Alhidayat Wajo Tegaskan BPKH Harus Libatkan Otoritas Lokal |
|
|---|
| Hadiri Waisak di Namto, Bupati Malteng Ajak Warga Perkuat Toleransi dan Persaudaraan |
|
|---|
| Lahan Diserobot dan Dirusaki, Kelompok Demplot Sepa Tuntut Ganti Rugi Rp 250 Juta |
|
|---|
| Dugaan Serobot Lahan oleh PT Nusa Ina, Mantan Humas Beberkan Fakta Kepemilikan Lahan Bakri Sukidjang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/TAKLUD-RUSKA-LAI.jpg)