Mudik 2026
Namlea dan Banda, Daerah Asal dan Tujuan Mudik dan Balik Tertinggi Idul Fitri 2026 dari Ambon
Ini dicatat dalam posko angkutan laut Lebaran 2026 dari Kota Ambon sejak 13 Maret 2026 hingga 27 Maret 2026.
Penulis: Maula Pelu | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Arus mudik dan balik Lebaran 2026 atau 1447 Hijriah, Namlea dan Banda menjadi daerah tujuan dan daerah asal perjalanan tertinggi dari Kota Ambon.
Ini dicatat posko angkutan laut Lebaran 2026 dari Kota Ambon sejak 13 Maret 2026 hingga 27 Maret 2026.
15 hari, daerah tujuan Namlea, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku mencapai 11.368 penumpang dari Ambon.
Sementara Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku mencapai 8.888 orang dan Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya mencapai urutan ketiga tertinggi dengan jumlah 1.910 orang.
Asal perjalanan menuju Kota Ambon pun masih diduduki Namlea dengan total penumpang dalam waktu yang sama sebanyak 8.932 penumpang.
Baca juga: 15 Hari Buka Posko Lebaran 2026 di Ambon, Penumpang Angkutan Laut Mencapai 51.901 Orang
Baca juga: Mudik Lebaran, 14.316 Penumpang Tiba dan Berangkat di Pelabuhan Amahai Malteng
Diikuti Banda sebanyak 4.928 orang dan Kota Bau-Bau, Provinsi Sulawesi Tenggara sebanyak 2.111.
Ribuan penumpang itu merupakan akumulasi jumlah pemudik via kapal laut pada empat pelabuhan yang beroperasi, yaitu Pelabuhan Yos Sudarso, Slamet Riyadi, Pelabuhan Galala, dan Pelabuhan Siwabessy.
Iyan Ashari, Kepala Bidang Lalu Lintas Angkatan Laut KSOP Kelas I Ambon, katakan untuk memastikan pelayanan berjalan dengan lancar, pihaknya bersama sejumlah pihak terkait secara intensif terus melakukan pemantauan di posko keamanan yang didirikan pada tiga pelabuhan yang dimaksud.
“Kami berharap arus mudik dan arus balik nantinya tetap berjalan kondusif dan tidak ada halangan,” ujarnya.
Diketahui, kumulatif arus mudik dan balik selama 15 hari ini, jumlah penumpang naik dan turun sebanyak 51.901 orang.
Terkait dengan daerah Namlea dan Banda yang sering menjadi titik tujuan terbanyak dalam arus mudik dan Balik di Kota Ambon 2026, belum diketahui secara pasti.
Namun secara umum, ada beberapa hal yang menjadi acuan, yakni :
- Tingginya populasi perantauan
Biasanya pada momentum libur panjang, terjadi pergerakan masif tradisi pulang kampung guna menjalin silaturahmi. Namun belum diketahui pasti apakah populasi perantauan pada daerah itu sangat banyak di Kota Ambon. - Ketergantungan pada transportasi laut
Kapal laut memang menjadi pilihan utama masyarakat menuju wilayah ini karena ;
- Aksesibilitas: rute Ambon-Namlea dan Ambon-Banda dan Ambon-Sorong memiliki frekuensi jadwal kapal yang pling stabil dibanding rute lainnya.
- Kapasitas Besar : kapal-kapal besar milik Pelni dan kapal cepat banyak melayani rute Banda dan Namlea. - Pusat Aktivitas Ekonomi dan Budaya
- Namlea, Sorong, dan Bau-Bau, merupakan pusat pemerintahan dan ekonomi, sementara Banda adalah destinasi wisata. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/mudik-ilus.jpg)