Malteng Hari Ini
Hadiri Pukana di Larike, Bupati Malteng Tekankan Pentingnya Jaga Warisan Budaya
Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir menghadiri Tradisi 7 Syawal Pukana di Negeri Larike.
Penulis: Silmi Sirati Suailo | Editor: Ode Alfin Risanto
Ringkasan Berita:
- Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir menghadiri Tradisi 7 Syawal Pukana di Negeri Larike.
- Ia mengajak masyarakat melestarikan budaya sebagai warisan leluhur dan simbol persaudaraan.
- Pemkab berkomitmen mendukung kegiatan adat demi menjaga identitas dan kebersamaan masyarakat.
Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo
MALTENG,TRIBUNAMBON.COM - Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir hadiri Tradisi 7 Syawal Pukana di Negeri Larike, Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Jumat (27/3/2026).
Dalam penyampaiannya, Bupati Maluku Tengah yang kerap disapa Bang Ozan itu mengajak seluruh elemen masyarakat agar senantiasa melestarikan budaya leluhur.
Pasalnya, Perayaan 7 Syawal Pukana atau Hari Raya Kecil ialah sebuah warisan budaya luhur yang telah hidup turun-temurun di Negeri Larike.
Baca juga: Pantai Timbul Tenggelam Dipenuhi Sampah, Warga Sorot Buruknya Pengelolaan di Kota Bula
Baca juga: Jalan Rusak di Dullah Raya-Ngadi Jadi Ancaman, Warga Minta Perbaikan Segera
Kata Bupati, perayaan 7 Syawal “Pukana” adalah wujud nyata dari semangat hidup orang basudara yang tidak hanya mengikat warga Negeri Larike, tetapi juga memperkuat hubungan dengan basudara dari negeri-negeri tetangga.
"Hari ini kita akan menyaksikan berbagai atraksi yang luar biasa, mulai dari atraksi silat, silat pedang, seni budaya Islam, hingga pertunjukan adat yang menggambarkan keberanian, ketangkasan, sekaligus nilai spiritual yang diwariskan dari generasi ke generasi," tutur Zulkarnain.
Zulkarnain menyampaikan kebanggaannya dapat menyaksikan secara langsung perayaan Pukana.
Menurutnya, perayaan tersebut bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi media pendidikan bagi generasi muda, agar terus mengenal jati diri, menghormati adat istiadat, serta menjaga nilai-nilai persaudaraan yang telah diwariskan oleh para leluhur.
Maka tentu, Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah akan terus memberikan dukungan terhadap kegiatan-kegiatan adat dan budaya seperti.
"Karena kami meyakini bahwa kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kuatnya identitas budaya dan kokohnya persaudaraan masyarakat," tukas Bupati.
Pihaknya berharap tradisi ini terus dilestarikan, dijaga, dan diwariskan kepada generasi berikutnya, sehingga kebersamaan yang terbangun hari ini akan terus hidup sepanjang masa.
Pada kesempatan ini, saya ingin menyampaikan sebuah pesan sederhana bahwa “Tradisi boleh diwariskan oleh leluhur, tetapi persaudaraan harus terus dirawat oleh generasi yang hidup hari ini.”
"Itu artinya, “Pukana bukan hanya perayaan 7 Syawal, tetapi jembatan hati yang menyatukan basudara dalam adat," tutup Zulkarnain. (*)
| Dikunjungi Ratusan Wisatawan, Kali Jodoh 'Ninivala' tak Dikelola Pemda Maluku Tengah |
|
|---|
| Pemda Malteng Hanya Kelola 2 Destinasi Wisata, DPRD Sebut Terkendala Political Will dan Anggaran |
|
|---|
| Begini Respon Inspektorat Maluku Tengah Soal Temuan Audit Dana Hibah oleh BPK |
|
|---|
| Hampir Ricuh, Musda Golkar Maluku Tengah Deadlock Diambil Alih DPD Golkar Provinsi |
|
|---|
| DPRD Maluku Tengah Desak KONI Maksimalkan Pembinaan Atlet Jelang POPMAL |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/pukanan-larike.jpg)