Malteng Hari Ini
Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Swadaya Semen Ruas Jalan Trans Seram Tehoru
Pasalnya, ruas Jalan Trans Seram rusak berat tepat di lingkungan masyarakat RT 06, Waewalata, namun sayang kerusakan itu tak kunjung diperbaiki BPJN.
Penulis: Silmi Sirati Suailo | Editor: Mesya Marasabessy
Ringkasan Berita:
- Hampir genap dua tahun masyarakat di RT 06, Negeri Tehoru, Maluku Tengah menjalani aktifitas dengan kecemasan.
- Pasalnya, ruas Jalan Trans Seram rusak berat tepat di lingkungan masyarakat RT 06, Waewalata, namun sayang kerusakan itu tak kunjung diperbaiki BPJN.
- Tak hanya rusak di badan jalan, kondisi longsor di sekitar lokasi kerusakan jalan juga rawan kecelakaan. Tak hanya itu, ruas jalan rusak dengan panjang sekira 100 meter itu bersinggungan dengan perumahan warga.
Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo
MALTENG,TRIBUNAMBON.COM - Hampir genap dua tahun masyarakat di RT 06, Negeri Tehoru, Maluku Tengah menjalani aktifitas dengan kecemasan.
Pasalnya, ruas Jalan Trans Seram rusak berat tepat di lingkungan masyarakat RT 06, Waewalata, namun sayang kerusakan itu tak kunjung diperbaiki Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN).
Tak hanya rusak di badan jalan, kondisi longsor di sekitar lokasi kerusakan jalan juga rawan kecelakaan.
Tak hanya itu, ruas jalan rusak dengan panjang sekira 100 meter itu bersinggungan dengan perumahan warga.
Kerusakan jalan nasional itu tak kunjung diperbaiki pasca diterpa banjir dan longsor pada musim hujan di tahun 2024, dan terparah musim hujan pada tahun 2025.
Kondisi terakhir, BPJN Maluku melalui Satker PJN Wilayah II baru melakukan penimbunan sertu atau kerikil di area longsornya jalan.
Kini, Selasa (17/2/2026), masyarakat RT 06 Waewalata berbondong-bondong swadaya memperbaiki jalan dengan material semen dan pasir.
Baca juga: Di-PHK Sepihak Tanpa Pesangon, Security KFC Ambon Mengadu Dirugikan Perusahaan Outsourcing
Baca juga: Jadwal Kapal Maluku: Sabuk Nusantara 34 Pelayaran Rute Terkini dari KKT,MBD, hingga Ambon
Kerusakan badan jalan yang melebar sekira 1 meter tu dilapisi semen tuk mengurangi resiko kecelakaan, terlebih saat memasuki Bulan Suci Ramadan.
Puluhan masyarakat terlibat baik anak muda hingga para orang tua pada proses perbaikan jalan itu.
Salah satu tokoh pemuda, Rustam Sabar Kohilay mengatakan, perbaikan ini dilakukan secara swadaya lantaran kondisi jalan beresiko membahayakan pengendara.
"Jalan rusak tepat di daerah tikungan, setiap kendaraan yang lewat mereka harus ekstra hati-hati," tutur Rustam.
Ia menuturkan, kerusakan jalan telah terjadi sejak 2024 namun tak ada upaya perbaikan yang serius.
"Kerusakan pertama terjadi pada tahun 2024 kala musim hujan melanda wilayah tersebut, arus air mengikis drainase dan badan jalan," jelasnya.
Ruas jalan tersebut semakin parah saat musim hujan terjadi di Agustus 2025, badan jalan hampir terkikis.
Melihat kondisi itu, masyarakat khususnya pemuda mengambil inisiatif sendiri untuk memperbaiki jalan.
Ia berharap agar sesegera mungkin BPJN khususnya Satker PJN Wilayah II melakukan perbaikan seserius mungkin pada ruas jalan di Negeri Tehoru Maluku Tengah itu.
"Semoga secepatnya bisa diperbaiki dengan material aspal karena pasti lebih tahan lama. Bayangkan hampir memasuki dua tahun ini katong masih bertahan dengan kondisi seadanya" tandas Rustam. (*)
| Damai! Kasus Bentrok Pemuda di Malteng Diselesaikan, Korban Cabut Laporan Polisi |
|
|---|
| Dinsos Sebut Lahan Sekolah Rakyat di Hollo Milik Pemda Malteng, Namun Tetap Buka Komunikasi |
|
|---|
| Agenda Strategis Malteng: Ada Hilirisasi Kelapa-Pala hingga Pengembangan KTM di Kobi |
|
|---|
| Musrenbang RKPD Malteng: Fokus Tambah PAD, Buka Lapangan Kerja dan Tekan Angka Kemiskinan |
|
|---|
| Tahun 2025, Serapan Belanja Daerah di Maluku Tengah Capai 88,22 Persen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Bshsbs.jpg)