Minggu, 17 Mei 2026

Maluku Terkini

Jadi Seven Summits Indonesia, Gunung Binaiya Belum Dibuka tuk Pendakian 

‎Kepala Balai Taman Nasional BTN, Deny Rahadi, mengaku, begitu Sarpras sudah terpenuhi maka jalur pendakian akan coba dibuka.

Tayang:
TribunAmbon.com/Silmi/Silmi Sirati Suailo
GUNUNG BINAIYA - Gunung Binaiya di Pulau Seram dilihat dari Negeri Tehoru, Maluku Tengah, Senin (2/2/2026). 
Ringkasan Berita:
  • BTN Manusela masih terus melakukan pembenahan Standar Operasional Prosedur (SOP) hingga pembenahan Sarapan Prasarana (Sarpras).
  • ‎‎Oleh sebab itu, pendakian Gunung Binaiya masih belum dibuka hingga saat ini. 
  • ‎‎Kepala Balai Taman Nasional BTN, Deny Rahadi, mengaku, begitu Sarpras sudah terpenuhi maka jalur pendakian akan coba dibuka.

‎Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo 

‎MALTENG, TRIBUNAMBON.COM - Gunung Binaiya (3.027 mdpl) puncak tertinggi di Provinsi Maluku dan salah satu dari 7 puncak Seven Summits Indonesia. 

‎Terletak di Pulau Seram, Maluku Tengah, gunung non-berapi ini terkenal dengan jalur pendakian panjang melalui hutan hujan tropis dan endemik, yang dapat ditempuh melalui desa Piliana (selatan) atau Kanikeh (utara).

‎Namun dibalik eksotisme Binaiya ia menyimpan bahaya yang tersembunyi lantaran telah memakan korban saat peristiwa meninggalnya pendaki asal Bogor, Firdaus Ahmad Fauzi pada April 2025 lalu.

‎Alhasil Balai Taman Nasional (BTN) Manusela masih terus melakukan pembenahan Standar Operasional Prosedur (SOP) hingga pembenahan Sarapan Prasarana (Sarpras).

‎Oleh sebab itu, pendakian Gunung Binaiya masih belum dibuka hingga saat ini. 

‎Kepala Balai Taman Nasional BTN, Deny Rahadi, mengaku, begitu Sarpras sudah terpenuhi maka jalur pendakian akan coba dibuka.

‎"Begitu semua terpenuhi maka kita akan coba buka," ujar Deny Rahadi, Senin (2/2/2026).

Baca juga: Kuota Haji Maluku Turun, Pemprov Prihatin Anggaran Hanya Rp. 1 Miliar 

Baca juga: Jelang Ramadan, Polda Maluku Minta Warga Lapor Gangguan Kamtibmas ke 110

‎Ia menegaskan minimal Sarpras dasar terpenuhi, sementara untuk pembenahan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dilakukan secara bertahap.

‎Untuk lamanya pembenahan, Deny Rahadi menyampaikan bahwa waktunya relatif, namun yang paling berat ialah peningkatan kapasitas SDM. 

‎"Kalau sarpras kita dapat dukungan kita belanjakan lalu dieksekusi bikin Selter, dan lain-lain," imbuh Deny.

‎Ia menegaskan, selama menahkodai BTN Manusela dirinya tidak mau main-main dengan nyawa orang.

‎"Betul-betul menjamin keselamatan (para pendaki)," tegasnya.

‎Selain itu, Kepala BTN Manusela menyebut, para pendaki wajib memiliki Polis asuransi.

‎"Jadi pengunjung wajib mengurus asuransinya sendiri," tukas Deny.

 

‎Pembenahan SOP kali ini betul-betul diperhatikan hingga ke tingkat jumlah porter saat pendakian.

‎"Yang sudah kita lakukan ialah pembenahan SOP nanti sampai ke tingkat mengatur jumlah porter. Kalau tidak salah untuk dua orang yang lakukan ekspedisi (didampingi) 1 porter dan beban mereka tidak boleh melebihi 10 Kg," tanda Kabalai Taman Nasional Manusela.

‎Diberitakan sebelumnya,  Balai Taman Nasional (BTN) Manusela masih berbenah standar operasional prosedur (SOP) pendakian Gunung Binaiya.

‎Berdasarkan evaluasi yang dilakukan secara nasional, Gunung Binaiya hanya dibuka tuk pendakian ekspedisi bukan lagi sebagai wisata pendakian. 

‎Bukan tanpa sebab, hal tersebut dilatarbelakangi kejadian naas meninggalnya pendaki asal Bogor, Firdaus Ahmad Fauzi April 2025 lalu. 

‎Gunung Binaiya (3.027 MDPL) ialah seven summits Indonesia, berada di Pulau Seram bersinggungan langsung dengan masyarakat adat di Negeri Piliana (Seram Bagian Selatan), dan Negeri Kanikeh (Seram Bagian Utara). 

‎Senin (2/2/2026), Kepala Balai TN Manusela, Deny Rahadi mengatakan, SOP  pendakian Gunung Binaiya secara nasional dilakukan evaluasi. 

‎Gunung Binaiya masuk dalam grade yang cukup berat tidak diperuntukkan untuk pemula yang sekedar fear of missing out (Fomo) dan buka pula untuk wisata pendakian. 

‎"Tujuannya hanya untuk ekspedisi yang akan kita buka. Ekspedisi tentunya harus rombongan. Dan pendaki-pendaki di Binaiya harus punya portofolio pernah mendaki di gunung grade IV," jelas Deny. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved