Maluku Terkini
Cegah Konflik, Kapolda Maluku: Polisi Jangan Selalu jadi Muara Terakhir
Salah satu fokusnya adalah menghidupkan kembali peran pranata adat sebagai benteng awal penyelesaian konflik sosial.
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Mesya Marasabessy
Ringkasan Berita:
- Kapolda Maluku Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto saat menerima audiensi Majelis Latupati Kota Ambon, Rabu (28/1/2026).
- Pertemuan tersebut menyoroti fakta bahwa banyak gangguan Kamtibmas bermula dari persoalan kecil yang gagal diselesaikan di tingkat lokal.
- Untuk itu, Polda Maluku mulai menggeser strategi menjaga keamanan dari pendekatan reaktif ke pencegahan berbasis komunitas.
- Salah satu fokusnya adalah menghidupkan kembali peran pranata adat sebagai benteng awal penyelesaian konflik sosial.
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kepolisian Daerah (Polda) Maluku mulai menggeser strategi menjaga keamanan dari pendekatan reaktif ke pencegahan berbasis komunitas.
Salah satu fokusnya adalah menghidupkan kembali peran pranata adat sebagai benteng awal penyelesaian konflik sosial.
Komitmen itu ditegaskan Kapolda Maluku Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto saat menerima audiensi Majelis Latupati Kota Ambon, Rabu (28/1/2026).
Pertemuan tersebut menyoroti fakta bahwa banyak gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) bermula dari persoalan kecil yang gagal diselesaikan di tingkat lokal.
“Polisi sering menjadi muara terakhir dari persoalan yang tidak selesai di hulu. Jika pranata sosial bekerja dengan baik, potensi konflik dapat dicegah sejak dini,” kata Kapolda.
Baca juga: Makan Patita Rekatkan Perdamaian di Negeri Liang, Ini Kata Kapolda Maluku
Baca juga: Pegadaian Ambon Luncurkan Aplikasi Tring Lewat Festival Investasi Emas
Konflik Kecil Bisa Melebar Jadi Konflik Identitas
Menurut Irjen. Dadang, ketika masalah pribadi berkembang menjadi konflik kelompok dan identitas, dampaknya tidak lagi sekadar pelanggaran hukum biasa.
Situasi semacam itu berpotensi mengganggu persatuan sosial dan stabilitas daerah.
Ia menekankan pentingnya nasionalisme dalam konteks masyarakat Maluku yang majemuk.
Indonesia, kata Jenderal bintang dua, berdiri di atas keberagaman yang harus dikelola dengan mekanisme sosial yang sehat.
“Di sinilah pentingnya nasionalisme. Indonesia adalah bangsa multikultural yang harus dijaga bersama,” tegasnya.
Pendekatan ini menempatkan adat bukan sebagai simbol budaya semata, melainkan sebagai sistem sosial yang punya fungsi nyata dalam meredam konflik sebelum masuk ke ranah pidana.
Majelis Latupati: Melemahnya Adat Picu Krisis Sosial
Ketua Majelis Latupati Kota Ambon, Reza Maspaitella, mengingatkan bahwa Maluku secara historis merupakan wilayah adat yang telah memiliki sistem kepemimpinan jauh sebelum Indonesia merdeka.
| Dugaan Korupsi Preservasi Jalan Namlea - Bara, Kabupaten Buru, Kejari Periksa 7 Saksi |
|
|---|
| Terungkap Modus TPPO: Remaja Diiming-imingi Kerja, Dipaksa Jadi LC Karaoke di Namlea |
|
|---|
| Gelapkan Rp402 Juta Hasil BB, Hakim PN Ambon Vonis Eks Kacabjari Banda Naira 3 Tahun |
|
|---|
| Mat Marasabessy, Diperiksa Kasus Korupsi Jalan Gajah Mada-Taar Anggaran Pinjaman SMI |
|
|---|
| Wakapolda Maluku Tekankan Anggota Polri Jangan Cederai Nama Baik Institusi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/ddrfeg12.jpg)