Maluku Hari ini
Nelayan Taniwel–SBB Ditemukan Selamat Setelah Hilang Berhari-hari di Laut
Korban ditemukan dalam keadaan selamat pada hari kedua Operasi SAR, Senin (19/1/2026).
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Mesya Marasabessy
Ringkasan Berita:
- Setelah dua hari pencarian intensif, Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil menemukan seorang nelayan asal Desa Kasieh, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak saat melaut.
- Korban ditemukan dalam keadaan selamat pada hari kedua Operasi SAR, Senin (19/1/2026).
- Korban diketahui bernama Kisman Latumapayahu (64).
- Ia ditemukan oleh nelayan Desa Gale-gale dengan jarak sekitar ±24 nautical mile dari lokasi awal kejadian.
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Setelah dua hari pencarian intensif, Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil menemukan seorang nelayan asal Desa Kasieh, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak saat melaut.
Korban ditemukan dalam keadaan selamat pada hari kedua Operasi SAR, Senin (19/1/2026).
Korban diketahui bernama Kisman Latumapayahu (64).
Ia ditemukan oleh nelayan Desa Gale-gale dengan jarak sekitar ±24 nautical mile dari lokasi awal kejadian.
Korban kemudian dievakuasi ke Desa Gale-gale untuk mendapatkan perawatan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Sebelumnya, memasuki operasi SAR hari kedua, pencarian kembali dilanjutkan sejak pukul 08.00 WIT.
Unsur SAR Gabungan dibagi ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU) guna memperluas area pencarian sesuai SAR MAPS hari kedua operasi.
Seluruh SRU dikerahkan menggunakan rubber boat dan longboat untuk menyisir sejumlah titik koordinat di sekitar perairan lokasi kejadian.
Baca juga: Jadwal Rutin Kapal Cantika Lestari 19-25 Januari 2026 dari Pelabuhan Slamet Riyadi, Kota Ambon
Baca juga: Mengenal Kombes Pol Indra Gunawan, Direktur Reserse Narkoba Polda Maluku
Upaya pencarian membuahkan hasil sekitar pukul 12.30 WIT.
Informasi penemuan korban diterima Tim SAR Gabungan setelah nelayan setempat menemukan korban dalam kondisi selamat di tengah laut.
Komandan Tim Operasi SAR, Fadly Latukau, menjelaskan korban sempat terombang-ambing di laut selama beberapa hari akibat kerusakan mesin perahu yang digunakannya saat melaut.
“Korban mengalami kerusakan mesin sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanan pulang dan akhirnya hanyut. Beruntung korban menemukan sebuah rompon yang juga hanyut, kemudian perahu miliknya diikat pada rompon tersebut agar tidak terbawa arus terlalu jauh,” ujar Fadly.
Ia menambahkan, setelah laporan kecelakaan laut diterima dan Operasi SAR dilaksanakan, korban akhirnya berhasil ditemukan pada hari kedua pencarian.
| Musrenbang RKPD SBT 2027 Digelar, Bupati Fachri Tekankan Ekonomi Berbasis Potensi Lokal |
|
|---|
| Nelayan Saparua Hilang Jatuh dari Perahu, Pencarian Intensif Hari Kedua Belum Membuahkan Hasil |
|
|---|
| Dugaan Korupsi Mantan Kajari Aru, Kejati Maluku Periksa Dua Saksi Baru |
|
|---|
| Hendrik Lewerissa Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Belanda, Bidik Pendidikan hingga Ekspor |
|
|---|
| Saksi Baru Diperiksa, Kasus Dugaan Penipuan Tanah Libatkan Dosen Unpatti Makin Terang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Ndksneodns.jpg)