Jumat, 5 Juni 2026

Semua Tentang Sagu

‎Wabup Mario Tekankan Pentingnya Jajanan Lokal Berbahan Sagu: Itu Identitas Kita

‎Tentu, tergerusnya cita rasa pakanan lokal menjadi masalah serius di tengah perkembangan zaman. 

Tayang:
TribunAmbon.com/Silmi Sirati Suailo
DIWAWANCARAI - Wakil Bupati Maluku Tengah, Mario Lawalata, didampingi Kadis Koperasi dan UMKM Maluku Tengah saat diwawancarai awak media di Pelataran Maplaz Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, Jumat (9/1/2026) 
Ringkasan Berita:
  • Wakil Bupati Maluku Tengah, Mario Lawalata kembali mengingatkan pentingnya mencintai makanan atau jajanan lokal berbahan dasar sagu.
  • Membangun kecintaan akan pangan lokal menurutnya akan menjaga identitas kedaerahan. 

‎Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo 

‎MALTENG,TRIBUNAMBON.COM - Di tengah pergeseran gaya hidup yang kian modern, masyarakat cenderung mengenal olahan makanan luar daerah hingga makanan dari negera asing. 

‎Tentu, tergerusnya cita rasa pakanan lokal menjadi masalah serius di tengah perkembangan zaman. 

‎Sebagai identitas daerah, Wakil Bupati Maluku Tengah, Mario Lawalata kembali mengingatkan pentingnya mencintai makanan atau jajanan lokal berbahan dasar sagu.

‎"Karena pangan lokal (sagu) adalah ciri khas kita, tetapi sekarang zaman makin hari makin berkembang kita perlu ada inovasi," ujar Mario Lawalata kepada awak media di Kota Masohi, Jumat (9/1/2026).

‎Kata Mario, sagu adalah pangan lokal khas Maluku juga sebagai identitas kekayaan asli daerah.

‎"Pemerintah Daerah (Pemda) Maluku Tengah pasti menjangkau komoditas pangan lokal," tegasnya.

Baca juga: 200 Lempeng Sagu per Loyang: Antara Harapan dan Perjuangan Para Ibu di Masohi

Baca juga: Wakil Bupati Maluku Tengah Launching Samudera UMKM, Dorong Pengembangan Ekonomi Lokal

‎Wakil Bupati yang menaruh perhatian serius pada pelaku usaha mengingatkan agar adanya inovasi-inovasi terkini pada olahan jajanan maupun produk benda.

‎"Tidak bisa seperti hal-hal yang diproduksi saat ini saja. Kita punya sagu tapi apakah yang kita jual sagu saja?," imbuh Mario.

‎Lebih khusus olahan makanan berbahan sagu, ia memberi saran agar bahan dasar sagu diolah lebih inovatif disesuaikan dengan minat penikmat kuliner masa kini.

‎"Kita berpikir inovatif agar mungkin dengan sagu tersebut kita bisa mengembangkan UMKM kedepan," tukasnya.

‎Selain itu, Mario Lawalata juga menekankan pentingnya pemasaran produk lokal secara umum melalui pusat oleh-oleh.

‎Dimana diketahui aat ini Kita Masohi belum memiliki pusat jajanan oleh-oleh, Mario Lawalata menegaskan bahwa ia telah membahas hal tersebut dengan dinas-dinas terkait.

‎"Soal produk lokal, perlu diketahui bahwa di Kota Masohi belum memiliki tempat jajanan oleh-oleh. Saya diskusi juga dengan Kadis Koperasi dan UMKM dan Kadis Perindag agar usaha-usaha ciri khas Maluku Tengah bisa dijual disitu," jelas Mario. 

‎Menurutnya, kehadiran pusat oleh-oleh begitu penting tuk menyambut - pisah tamu yang berkunjung ke Kabupaten bertajuk Bumi Pamahanu Nusa inu.

‎"Karena ketika ada tamu atau undangan yang datang ke Maluku Tengah kita bingung mau kasih apa. Jajanan kita kan banyak ni, mungkin dengan adanya satu lokasi khusus untuk menjual oleh-oleh khas Maluku Tengah itu menjadi sebuah hal yang baik," ulasnya.

‎Ia meyakini, dengan kehadiran pusat oleh-oleh tersebut dapat menjadi wadah tuk pengusaha-pengusaha kecil untuk menjajakan dagangan mereka. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved