Semua Tentang Sagu
Wabup Mario Tekankan Pentingnya Jajanan Lokal Berbahan Sagu: Itu Identitas Kita
Tentu, tergerusnya cita rasa pakanan lokal menjadi masalah serius di tengah perkembangan zaman.
Penulis: Silmi Sirati Suailo | Editor: Fandi Wattimena
Ringkasan Berita:
- Wakil Bupati Maluku Tengah, Mario Lawalata kembali mengingatkan pentingnya mencintai makanan atau jajanan lokal berbahan dasar sagu.
- Membangun kecintaan akan pangan lokal menurutnya akan menjaga identitas kedaerahan.
Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo
MALTENG,TRIBUNAMBON.COM - Di tengah pergeseran gaya hidup yang kian modern, masyarakat cenderung mengenal olahan makanan luar daerah hingga makanan dari negera asing.
Tentu, tergerusnya cita rasa pakanan lokal menjadi masalah serius di tengah perkembangan zaman.
Sebagai identitas daerah, Wakil Bupati Maluku Tengah, Mario Lawalata kembali mengingatkan pentingnya mencintai makanan atau jajanan lokal berbahan dasar sagu.
"Karena pangan lokal (sagu) adalah ciri khas kita, tetapi sekarang zaman makin hari makin berkembang kita perlu ada inovasi," ujar Mario Lawalata kepada awak media di Kota Masohi, Jumat (9/1/2026).
Kata Mario, sagu adalah pangan lokal khas Maluku juga sebagai identitas kekayaan asli daerah.
"Pemerintah Daerah (Pemda) Maluku Tengah pasti menjangkau komoditas pangan lokal," tegasnya.
Baca juga: 200 Lempeng Sagu per Loyang: Antara Harapan dan Perjuangan Para Ibu di Masohi
Baca juga: Wakil Bupati Maluku Tengah Launching Samudera UMKM, Dorong Pengembangan Ekonomi Lokal
Wakil Bupati yang menaruh perhatian serius pada pelaku usaha mengingatkan agar adanya inovasi-inovasi terkini pada olahan jajanan maupun produk benda.
"Tidak bisa seperti hal-hal yang diproduksi saat ini saja. Kita punya sagu tapi apakah yang kita jual sagu saja?," imbuh Mario.
Lebih khusus olahan makanan berbahan sagu, ia memberi saran agar bahan dasar sagu diolah lebih inovatif disesuaikan dengan minat penikmat kuliner masa kini.
"Kita berpikir inovatif agar mungkin dengan sagu tersebut kita bisa mengembangkan UMKM kedepan," tukasnya.
Selain itu, Mario Lawalata juga menekankan pentingnya pemasaran produk lokal secara umum melalui pusat oleh-oleh.
Dimana diketahui aat ini Kita Masohi belum memiliki pusat jajanan oleh-oleh, Mario Lawalata menegaskan bahwa ia telah membahas hal tersebut dengan dinas-dinas terkait.
"Soal produk lokal, perlu diketahui bahwa di Kota Masohi belum memiliki tempat jajanan oleh-oleh. Saya diskusi juga dengan Kadis Koperasi dan UMKM dan Kadis Perindag agar usaha-usaha ciri khas Maluku Tengah bisa dijual disitu," jelas Mario.
Menurutnya, kehadiran pusat oleh-oleh begitu penting tuk menyambut - pisah tamu yang berkunjung ke Kabupaten bertajuk Bumi Pamahanu Nusa inu.
"Karena ketika ada tamu atau undangan yang datang ke Maluku Tengah kita bingung mau kasih apa. Jajanan kita kan banyak ni, mungkin dengan adanya satu lokasi khusus untuk menjual oleh-oleh khas Maluku Tengah itu menjadi sebuah hal yang baik," ulasnya.
Ia meyakini, dengan kehadiran pusat oleh-oleh tersebut dapat menjadi wadah tuk pengusaha-pengusaha kecil untuk menjajakan dagangan mereka. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/MARIO-UMK.jpg)