Jumat, 24 April 2026

Maluku Hari ini

Kinerja Ekspor Maluku Melambat, Nilai Turun 32,50 Persen

Maritje Pattiwaellapia, menyebut bahwa ini menunjukkan adanya perlambatan kinerja perdagangan luar negeri di Maluku.

Penulis: Maula Pelu | Editor: Ode Alfin Risanto
Istimewa/Istimewa
PERKEMBANGAN EKONOMI MALUKU - Kepala BPS Maluku, mempresentasikan nilai Impor di Maluku sejak Januari hingga November 2025 dalam acara peluncuran Berita Resmi Statistik (BRS) berlangsung di Kantor Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku, jalan Wolter Monginsidi, Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, Maluku, Senin (5/1/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Ekspor Maluku menurun tajam pada November 2025 sebesar 32,50 persen dibanding November 2024.
  • Penurunan dipicu tidak adanya ekspor migas serta turunnya ekspor komoditas ikan dan udang sebesar 10,13 persen.
  • Tiongkok masih menjadi tujuan ekspor terbesar dengan kontribusi 91,49 persen, sementara volume ekspor Maluku Januari–November 2025 anjlok 81,86 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu

AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku, mencatat ekspor Maluku pada November 2025 mengalami penurunan 32,50 persen dibanding periode yang sama pada 2024.

Ekspor periode November 2025 mencapai US$6,33 juta.

Hal yang sama juga jika dilihat dalam tahun berjalan sejak Januari hingga November 2025, dengan penurunan nilai ekspor mencapai 31,94 persen dibanding periode yang sama tahun 2024, yaitu dari US$58,57 juta menjadi US$39,87 juta.

Baca juga: Januari - November 2025 Impor Maluku Capai USD 306,03 Juta, Alami Penurunan USD 117,38 Juta

Baca juga: 75 Hari Bertugas, Kajati Maluku Lantik Aspidum dan Kajari Maluku Tenggara

Kepala BPS Provinsi Maluku, Maritje Pattiwaellapia, menyebut bahwa ini menunjukkan adanya perlambatan kinerja perdagangan luar negeri di Maluku, baik sektor migas maupun nonmigas.

“Penurunan ekspor Januari–November 2025 dibanding periode tahun lalu disebabkan belum adanya kegiatan
ekspor migas pada periode ini. Selain belum ada kegiatan migas pada periode ini, tidak adanya
ekspor berupa kelompok lainnya. Selanjutnya, kelompok ikan dan udang turun 10,13 persen dari US$44,36 juta menjadi US$39,87 juta,” sebut Maritje Pattiwaellapia, dalam acara peluncuran Berita Resmi Statistik (BRS) di Kantor Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku, jalan Wolter Monginsidi, Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, Maluku, Senin (5/1/2025).

Angka ini berdasarkan negara tujuan ekspor sejak Januari–November 2025, Tiongkok tetap merupakan daerah tujuan ekspor yang memiliki peranan terbesar yaitu sebesar US$36,47 juta (91,49 persen), diikuti Hongkong US$3,24 juta (8,12 persen).

Sementara ekspor ke kawasan luar Asia periode tersebut kontribusinya hanya sebesar 0,39 persen, yakni ke Amerika Serikat senilai US$0,15 juta.

Komoditas yang diekspor dalam rinse waktu 11 bulan itu adalah kelompok ikan dan udang, diantaranya berupa ikan beku, ikan laut hidup, kerapu dan udang beku.

Total nilai ekspor Januari–November 2025 mencapai US$39,87 juta atau turun US$18,71 juta (31,94 persen) dibanding periode tahun sebelumnya.

Penurunan tersebut disebabkan menurunnya nilai ekspor ke kawasan ASEAN mencapai 100,00 persen, dan ke kawasan Asia lainnya sebesar 19,34 persen.

Selanjutnya, ekspor ke negara kawasan luar Asia juga
mengalami penurunan sebesar 73,72 persen pada periode Januari-November 2025.

“Pada November 2025, ekspor Maluku tercatat sebesar US$6,33 juta. Jika dibandingkan dengan bulan November 2024, ekspor ke ASEAN dan negara Asia lainnya masing-masing mengalami penurunan mencapai 100,00 persen,” tuturnya.

Periode tersebut, Ekspor dilakukan melalui dua Pelabuhan, yakni Yos Sudarso dan Tual.

Apabila dibandingkan dengan periode yang sama 2024, ekspor melalui Pelabuhan Tual naik 18,57 persen.

Sumber: Tribun Ambon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved