Maluku Terkini

Ketua HUA Kecam Belum Ada Penanganan Jalan Putus di Leihitu: Ini Bukan Baru, Tapi Dibiarkan Berlarut

Kondisi terburuk terjadi usai hujan mengguyur wilayah Leihitu pada Jumat (28/11/2025), mengakibatkan badan jalan terus terkikis dan akhir ambruk

Penulis: Maula Pelu | Editor: Fandi Wattimena
Istimewa
JALAN TERPUTUS - Kondisi Akses jalan tepat di Dusun Kalauli, Desa Kaitetu, Kecamatan Leihitu, putus total, Senin (22/12/2025). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Ketua Perhimpunan Pemuda, Pelajar, Mahasiswa Jazirah Leihitu (Hetu Upu Ana/HUA), Suherman Ura, mengecam keras lambannya penanganan pemerintah terhadap putusnya akses jalan provinsi di Dusun Kalauli, Desa Kaitetu, Kecamatan Leihitu, Maluku Tengah, Provinsi Maluku.

Akses jalan vital tersebut dilaporkan putus total dan tidak dapat dilintasi kendaraan sejak Senin (22/12/2025), setelah sebelumnya mengalami kerusakan parah selama beberapa pekan terakhir.

Kondisi terburuk terjadi usai hujan mengguyur wilayah Leihitu pada Jumat (28/11/2025), mengakibatkan badan jalan terus terkikis dan akhir ambruk sepenuhnya. 

“Ini bukan kejadian mendadak. Kerusakan jalan sudah berlangsung berminggu-minggu, tapi penanganan yang optimal sangat lambat. pemerintah seolah menunggu jalan ini benar-benar putus total baru bertindak? Dan apakah ini sudah cukup,” tegas Suherman dengan bentuk wajah yang cemberut saat ditemui TribunAmbon.com Rabu (24/12/2025) siang di Ambon. 

Sebab menurutnya Suherman, jalan tersebut merupakan satu-satunya akses penting yang menghubungkan ribuan warga Jazirah Leihitu ke Kota Ambon sebagai titik pusat sentral aktivitas masyarakat pulau Ambon. 

Upaya penanganan darurat telah dilakukan secara swadaya dengan menaruh batang-batang pohon sebagai penopang agar kendaraan masih bisa melintas. 

Namun solusi darurat itu tidak mampu bertahan menghadapi hujan lebat kemarin. 

“Ini jalan provinsi dan urat nadi masyarakat Leihitu. Ketika warga harus bertarung nyawa melintas di atas kayu, itu menunjukan absennya negara,”kecamnya. 

Diketahui, pada Senin Sore sekitar pukul 18.00 WIT hujan mengguyur kawasan tersebut dan menyebabkan jalan semakin terkikis.

Patahan semakin meluas, hingga akhirnya kayu-kayu penopang tidak lagi berfungsi. Kondisi semakin parah sekitar pukul 21.00 WIT, ketik sebagian badan jalan kembali runtuh. 

Kapolsek Leihitu, Iptu M. Irwan Nismon Sifu, bersama empat personel langsung ke lokasi setelah menerima laporan sekitar pukul 20.00 WIT. 

“Saat dapat kabar, Beta (saya) dan anggota 4 orang langsung jalan. Hancur mangkali karena hujan. Sudah tidak ada tumpuan lagi, tidak bisa lewat lagi,” jelasnya saat TribunAmbon.com menanyakan perkembangan kondisi melalui telepon WhatsApp Senin (22/12/2025).

Agar menghindari resiko kecelakaan, aparat kepolisian menutup sementara akses jalan tersebut bagi kendaraan bermotor. 

“Untuk sementara Katong su larang untuk kendaraan menyebrang, kalau bajalang kaki silahkan, kalau kendaraan jangan kasian Katong hindari. Kaya di atas karet dia bagoyang,” tegasnya. 

Baca juga: PLN Menjamin Natal Tetap Nyala Tanpa Berkedip, Tambahan 700 KL BBM Perkuat PLTMG Ambon

Baca juga: Malam Natal 2025, Pohon Tumbang di Hunuth Picu Kemacetan dan Listrik Padam

Sumber: Tribun Ambon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved