Maluku Hari ini
Kunker ke MBD: Kapolda Maluku Minta Personel Jadi Penolong Masyarakat
Kapolda menekankan dua pilar utama kinerja kepolisian: integritas moralitas dan kecepatan pelayanan (respon time).
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Mesya Marasabessy
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dadang Hartanto, mengajak seluruh personel untuk memulai setiap tugas dengan niat baik, yang diyakini akan menyalurkan energi positif dalam melayani masyarakat.
Hal ini disampaikannya kepada personel Polres Maluku Barat Daya (MBD) dan Kompi IV Yon C Pelopor Sat Brimob Polda Maluku, Senin (8/12/2025).
Kapolda menekankan dua pilar utama kinerja kepolisian: integritas moralitas dan kecepatan pelayanan (respon time).
"Menjadi polisi adalah tugas mulia karena kita mengajak masyarakat untuk melakukan kebaikan. Karena itu tekad kita harus sama, 'beta harus tarus bikin bae'," tegas Kapolda.
Ia mengingatkan bahwa amanah sebagai anggota Polri membawa nama baik institusi secara keseluruhan, bukan sekadar tugas individu.
Pasalnya, seragam yang dikenakan masing-masing personel membawa nama 450.000 anggota Polri di seluruh Indonesia.
"Moralitas itu adalah kejujuran dan kesesuaian antara ucapan dan tindakan. Ukuran kepemimpinan itu dimulai dari kemampuan mengendalikan diri dan menjaga integritas," jelasnya.
Baca juga: Kawasan Pasar Terbengkalai di Masohi Dijadikan Lokasi Pembuangan Sampah
Baca juga: Harga Ayam Potong di Pasar Mardika Melonjak, Pedagang: Akan Naik Hingga Jelang Nataru
Kapolda menyoroti bahwa Respon Time adalah indikator kunci kepercayaan publik.
Meskipun perjalanan dari Ambon menuju Pulau Moa memakan waktu cukup panjang, tantangan geografis Maluku yang merupakan daerah kepulauan tidak boleh dijadikan alasan untuk lambat melayani.
"Ketika masyarakat memanggil, Polri harus hadir tepat waktu. Kehadiran negara bukan hanya hadir secara fisik, tapi mampu menyelesaikan masalah dengan cepat, tepat, dan netral," pesannya.
Menyikapi status Polri yang kini menjadi sorotan publik, Kapolda meminta anggota harus sangat berhati-hati dan menghindari segala bentuk pelanggaran.
Ia menyoroti pelanggaran yang sering terjadi seperti tindakan kekerasan, perilaku arogan, gaya hidup hedonis, dan penyimpangan lainnya.
"Perkembangan teknologi membuat apa pun yang kita lakukan dapat terekam dan tersebar dalam hitungan detik. Jangan sampai tindakan kita mencoreng nama institusi,” tegasnya.
Kapolda juga menyinggung adanya laporan yang masuk melalui hotline terkait perilaku anggota.
| Desak Usut Tuntas Sianida Ilegal, Ini 5 Tuntutan Tegas Konsorsium Masyarakat ke DPRD Maluku |
|
|---|
| Aksi Ketiga Konsorsium Masyarakat, DPRD Maluku Diminta Bongkar Tuntas Dugaan Sianida Ilegal |
|
|---|
| Irwasda Polda Maluku Turun Tangan, Seleksi Bintara Polri 2026 Dijamin Bersih dan Transparan |
|
|---|
| Bangkitkan Peran Pemuda, Karang Taruna Maluku Siapkan Pelantikan, Rakerda hingga Expo Besar Mei 2026 |
|
|---|
| Kejati Periksa Direksi Lapangan, Pengawas, dan PPK di Kasus Proyek Jalan Namlea–Bara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Jrhdbsbababa.jpg)