Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo MASOHI,TRIBUNAMBON.COM - Perkecil rentang kendali untuk akses layanan kesehatan, DPRD Maluku Tengah meminta pembangunan rumah sakit di Wilayah Seram Utara. Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua Komisi IV DPRD Maluku Tengah, Musriadin Labahawa saat diwawancarai awak media, Kamis (25/9/2025). Politisi PKS itu mengaku, masalah ini merupakan kegelisahan Komisi IV setelah melihat langsung kondisi masyarakat ada di Kecamatan Seram Utara Timur Seti dan Kecamatan Seram Utara Timur Kobi. "Memang kondisinya tidak ada jalan lain kecuali harus bangun rumah sakit di daerah sana," ujarnya.
Karena yang menjadi keterbatasan mereka disana adalah ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan. Pasalnya, ketika masyarakat sakit dalam kondisi kronis itu harus dilarikan ke RSUD Masohi ataupun berobat ke Kabupaten SBB. Menurut Musriadin, masalah ini mesti diselesaikan dengan dibangunnya rumah sakit, entah itu tipe C, tipe D atau Rumah Sakit Pratama. Tentu dengan menyediakan dokter dan fasilitas yang baik. "Saya kira tidak lagi dirujuk ke Masohi mengingat perjalanan ke Masohi 6 sampai 7 jam melewati Jalur Trans atau Jalan SS," ungka Wakil Rakyat itu prihatin. Musriadin bilang, hal ini berkaitan dengan visi misi Bupati dan Wakil Bupati di tahun 2024 kemarin pada saat konsolidasi lapangan. "Saya piki ini mengarah kepada apa yg menjadi program kerja Bupati dan Wakil Bupati untuk direalisasikan," harap Ketua Komisi IV itu. Sebagai perwakilan masyarakat, pihaknya mendorong hal ini agar segera direalisasikan, karena pendidikan dan kesehatan menjadi dua hal yg sangat penting. Sebagai langkah tindak lanjut, pihaknya mengingatkan Tik Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), yang mana bagi Musriadin, DPRD juga punya kewenagan untuk penganggaran. "Bagi saya ini menjadi kepentingan masyarakat yang mendesak dan penting untuk segera direalisasikan sebelum APBD 2026 dibahas," pungkasnya. (*)