Kamis, 11 Juni 2026

Maluku Hari ini

Bukan Sekadar Turnamen, UAA CUP Satukan Anak Negeri Liang dari Berbagai Daerah

Puluhan peserta dari berbagai daerah ikut ambil bagian, termasuk pemain nasional seperti Rizky Pellu dan Alvin Tuasalamony

Tayang:
TribunAmbon.com/Jenderal Louis MR
SEPAK BOLA - Ketua Panitia UAA CUP, Adri bin Ridwan Selan (39) saat diwawancarai TribunAmbon.com di Lapangan sepak bola Negeri Liang, Kabupaten Maluku Tengah, Senin (8/6/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Turnamen UAA CUP di Negeri Liang tidak hanya menjadi ajang sepak bola, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi dan memperkuat semangat rekonsiliasi masyarakat Negeri Liang.
  • Puluhan peserta dari berbagai daerah ikut ambil bagian, termasuk pemain nasional seperti Rizky Pellu dan Alvin Tuasalamony yang pulang kampung untuk membela angkatan masing-masing.
  • Sebanyak 37 tim berlaga dalam tiga kategori dengan lebih dari 100 pertandingan, menjadikan UAA CUP sebagai momentum pemersatu lintas generasi.

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Lapangan sepak bola di Negeri Liang, Kabupaten Maluku Tengah, tidak hanya menjadi arena adu strategi dan unjuk kemampuan para pemain dalam Upu Ana Amariang (UAA) atau Anak Cucu Negeri Liang CUP.

Lebih dari itu, turnamen yang digagas Dewan Pengurus Pusat (DPP) Upu Ana Amariang, paguyuban pemuda Negeri Liang di perantauan, menjadi wadah mempererat persaudaraan dan menyatukan kembali anak-anak negeri yang tersebar di berbagai daerah.

Ketua Panitia UAA CUP, Adri bin Ridwan Selan (39), mengatakan turnamen tersebut lahir dari semangat menjaga silaturahmi dan melanjutkan proses rekonsiliasi yang selama ini terus dibangun di Negeri Liang.

Baca juga: Digerebek Saat Subuh di Kos Ambon, Pria Ini Kedapatan Simpan Sabu di Bawah Tempat Tidur

Baca juga: Asmil OSM Ambon Diklaim Milik Warga, Kodam Tegaskan Statusnya Aset Sah Negara

Menurutnya, sepak bola dipilih karena menjadi olahraga yang mampu menyatukan berbagai kalangan, mulai dari generasi muda hingga para senior.

"Turnamen ini merupakan bagian dari upaya menjaga silaturahmi dan memperpanjang semangat rekonsiliasi yang sudah dibangun. Kami ingin semua anak negeri bisa berkumpul lagi dalam suasana yang penuh kebersamaan," kata Adri.

Menariknya, antusiasme peserta justru banyak datang dari warga Liang yang tinggal di luar kampung halaman. 

Mereka pulang untuk membela angkatan masing-masing sekaligus meramaikan turnamen yang menjadi agenda besar masyarakat Negeri Liang tersebut.

Peserta hadir dari Kota Ambon, Seram Bagian Barat, Seram Bagian Timur, hingga berbagai daerah lainnya.

"Antusiasme teman-teman luar biasa. Banyak yang datang dari luar negeri atau luar kampung untuk ikut bermain bersama angkatannya. Teman-teman yang ada di Negeri Liang menjadi fasilitator sehingga semuanya bisa berkumpul dalam satu momentum," ujarnya.

Tak hanya itu, UAA CUP juga mendapat warna tersendiri dengan hadirnya sejumlah pemain yang berkiprah di kompetisi sepak bola nasional.

Beberapa nama yang ikut ambil bagian di antaranya Rizki Pellu, Alvin Tuasalamony, hingga sejumlah pemain lainnya yang memanfaatkan masa libur kompetisi untuk pulang kampung dan bergabung bersama angkatan mereka.

"Kebetulan kegiatan ini berlangsung saat kompetisi nasional sedang libur, sehingga beberapa pemain yang bermain di liga nasional juga bisa hadir dan meramaikan turnamen," jelas Adri.

Tahun ini, sebanyak 37 tim ambil bagian dalam UAA CUP. Seluruh peserta dibagi ke dalam tiga kategori, yakni kategori remaja, semi dewasa, dan kategori legenda yang diperuntukkan bagi peserta berusia 45 tahun ke atas.

Dengan jumlah peserta yang cukup banyak, panitia memperkirakan total pertandingan yang akan digelar mencapai lebih dari 100 laga.

Saat ini kompetisi masih memasuki fase leg pertama dan akan berlanjut ke leg kedua sebelum akhirnya memasuki babak final.

"Masih ada banyak pertandingan yang akan berlangsung. Kalau dihitung keseluruhan bisa lebih dari 100 pertandingan dan kemungkinan membutuhkan waktu sekitar satu bulan lebih sebelum partai final digelar," katanya.

Adri berharap UAA CUP tidak hanya melahirkan juara di atas lapangan, tetapi juga memperkuat ikatan persaudaraan antargenerasi masyarakat Negeri Liang.

Ia bahkan berharap konsep Liga Angkatan yang diterapkan dalam turnamen ini bisa menjadi contoh bagi negeri-negeri lain di Maluku.

"Kami ingin menunjukkan bahwa sepak bola bisa menjadi alat pemersatu. Mari tinggalkan perbedaan dan bersama-sama menjaga silaturahmi, membangun negeri, serta menciptakan Maluku yang lebih baik," tutupnya.(*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved