Maluku Terkini
58.558 Warga di Maluku Masih Menganggur pada Februari 2026, Turun 409 Orang Dalam Setahun
Dalam presentasinya dihitung satu tahun berjalan pada Februari 2025, angka itu hanya mengalami penurunan sebanyak 409 orang.
Penulis: Maula Pelu | Editor: Fandi Wattimena
Ringkasan Berita:
- BPS Maluku mencatat sebanyak 58.558 orang di Maluku masih berstatus pengangguran pada Februari 2026.
- Angka itu hanya mengalami penurunan sebanyak 409 orang dalam setahun.
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku mencatat sebanyak 58.558 orang di Maluku masih berstatus pengangguran pada Februari 2026.
Ini disampaikan Maritje Pattiwaellapia, selaku Kepala BPS Provinsi Maluku dalam acara peluncuran berita resmi statistik terkait beberapa topik, salah satunya ialah Keadaan Ketenagakerjaan Maluku, yang diluncurkan pada awal Mei 2026 kemarin.
Dalam presentasinya dihitung satu tahun berjalan pada Februari 2025, angka itu hanya mengalami penurunan sebanyak 409 orang.
Di sisi lain, jumlah penduduk yang bekerja mengalami peningkatan cukup signifikan. Hingga akhir Februari 2026, tercatat sebanyak 950.552 orang telah bekerja atau meningkat sebanyak 18.476 orang.
“Apabila dibandingkan Februari 2025, jumlah angkatan kerja meningkat sebanyak 18.476 orang dan penduduk bekerja bertambah sebanyak 18.885 orang. Sementara itu, pengangguran berkurang sebanyak 409 orang,”ungkapnya.
Ia menjelaskan, penduduk usia kerja (PUK) merupakan seluruh penduduk berumur 15 tahun ke atas. Jumlah penduduk usia kerja cenderung meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk di Maluku.
Baca juga: Tak Ditemui Abdullah Vanath, Ricuh Warnai Aksi Demonstrasi GMKI Ambon di Kantor Gubernur Maluku
Baca juga: Heroik dan Menginspirasi, Lima Prajurit Kodam Pattimura Terima Penghargaan Pangdam
Secara total tercatat penduduk usia kerja pada Februari 2026 sebanyak 1.487.538 orang atau naik sebanyak 21.310 orang dibandingkan Februari 2025.
Dari jumlah tersebut, sebagian besar merupakan angkatan kerja yang mencapai 1.009.110 orang, sisanya sebanyak 478.428 orang masuk kategori bukan angka kerja.
“Komposisi angkatan kerja pada Februari 2026 terdiri dari 950.552 orang penduduk yang bekerja dan 58.558 orang pengangguran,” ungkap Kepala BPS Maluku.
Tentu angka pengangguran ini pun menjadi perhatian tersendiri ditengah meningkatnya jumlah angka kerja di Maluku.
Sementara itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) pada Februari 2026 mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya.
TPAK Maluku tercatat sebesar 67,84 persen atau naik 0,27 persen poin dibanding Februari 2025.
TPAK sendiri merupakan persentase banyaknya angkatan kerja terhadap penduduk usia kerja yang menunjukkan tingkat keaktifan penduduk dalam kegiatan ekonomi.
Angka itu berdasarkan jenis kelamin, pada Februari 2026, TPAK laki-laki sebesar 78,81 persen, lebih
tinggi dibanding TPAK perempuan yang sebesar 56,70 persen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/BPS-Maritje.jpg)