Maluku Hari ini
Lima Hari Hilang, Nelayan Haria Ditemukan Meninggal di Perairan Waihoka Hulaliu
Nelayan asal Negeri Haria, Roy Souhoka (41), ditemukan meninggal setelah lima hari pencarian di perairan Saparua.
Penulis: Silmi Sirati Suailo | Editor: Ode Alfin Risanto
Ringkasan Berita:
- Nelayan asal Negeri Haria, Roy Souhoka (41), ditemukan meninggal setelah lima hari pencarian di perairan Saparua.
- Korban ditemukan mengapung di Perairan Waihoka dan langsung dievakuasi ke kampung halamannya.
- Operasi SAR resmi ditutup setelah korban ditemukan, diduga hilang saat melaut akibat cuaca buruk.
Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo
MALTENG,TRIBUNAMBON.COM - Setelah lima hari pencarian di perairan Saparua, nelayan asal Negeri Haria, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Roy Souhoka (41), ditemukan meninggal dunia.
Korban ditemukan mengapung di Perairan Waihoka, Negeri Hulaliu, Kecamatan Pulau Haruku, Senin (13/4/2026) sekitar pukul 09.51 WIT.
Saat ditemukan, korban masih mengenakan pakaian dengan posisi tubuh terbalik di laut.
Baca juga: Sidang Bripda MS Dipindahkan ke Ambon, Keluarga Korban Keberatan
Baca juga: Bupati Malteng Hadiri Panen 3 Hektar Jagung Hibrida Produksi BUMNEG Tehoru
Komandan Tim Operasi SAR Saparua, Ahmad F. Bintongke, menjelaskan korban ditemukan oleh Tim SAR Gabungan bersama masyarakat pada jarak sekitar 2,4 mil laut dari lokasi kejadian.
Selanjutnya, jenazah dievakuasi ke Negeri Haria dan tiba sekitar pukul 10.15 WIT untuk diserahkan kepada keluarga.
"Dengan ditemukan korban, maka operasi SAR dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup. Unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan-nya dengan ucapan terima kasih," ujar Komandan Tim Ops SAR Saparua, Ahmad F. Bintongke.
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Basarnas Ambon, Polsek Saparua, TNI, pemerintah kecamatan, keluarga korban, dan masyarakat setempat.
Sebelumnya, Roy dilaporkan hilang saat melaut sejak Rabu (8/4/2026) malam.
Rekannya, Pieter Selanno (49), yang berada tidak jauh dari lokasi, menyebut korban sempat memancing bersama sebelum cuaca memburuk akibat angin barat daya.
Keesokan paginya, Pieter melihat perahu milik korban bergerak tanpa awak. Ia kemudian mengamankan perahu tersebut ke pesisir, sementara keberadaan korban tidak diketahui hingga akhirnya dilaporkan hilang dan dilakukan pencarian.(*)
| Hari Lahir Pancasila 2026 di Maluku: Kepala Daerah Diminta Lindungi Kelompok Rentan |
|
|---|
| BPS Ungkap Arus Migrasi di Maluku, Ambon Jadi Magnet Pendatang tapi Banyak Warga Keluar |
|
|---|
| Idul Adha 2026, TP PKK Maluku Salurkan Kurban untuk Warga dan Panti Asuhan |
|
|---|
| Kasus Dugaan Korupsi Rp41 Miliar di PT Bipolo Gidin, Kejati Maluku Masih Tunggu Audit BPK |
|
|---|
| Polda Maluku Limpahkan Berkas Tahap 1 Dugaan Korupsi Proyek Jalan Danar–Tetoat ke Kejati |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/nelayan-haria-hilang.jpg)