Sabtu, 11 April 2026

Maluku Terkini

395 Orang Maluku hingga Mancanegara Menapaki Manusela per 2011 Hingga 2026

Namun justru dari keterbatasan itulah, ratusan orang tetap memilih datang dengan tujuan yang beragam, dari penelitian hingga sekedar menapaki.

|
Penulis: Maula Pelu | Editor: Mesya Marasabessy
TribunAmbon.com/Maula Pelu
NEGERI MANUSELA - Yohsua Lilihata, Kaur Umum (Kanan) dan Apolos Maloy (Kaur Pemerintahan) saat berada di Manusela dengan latar belakang pegunungan Murkele dan Gunung Binaya, April 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Dari data Pemerintah Negeri Manusela yang tertulis rapih dengan tinta pena dalam buku tamu, sejak 2011 hingga awal April 2026 sebanyak 395 pengunjung telah tiba di wilayah yang berada di tengah pegunungan Pulau Seram itu. 
  • Mereka berasal dari berbagai daerah di Maluku, luar provinsi, hingga mancanegara seperti Jerman, Prancis, Rumania, dan sejumlah negara di Asia.
  • Jumlah itu mungkin tidak besar, namun setiap kunjungan menyimpan cerita perjalanan yang tak sederhana. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu

MALUKU TENGAH, TRIBUNAMBON.COM -  Negeri Manusela di Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, mungkin bukan tempat yang mudah dijangkau. 

Namun justru dari keterbatasan itulah, ratusan orang tetap memilih datang dengan tujuan yang beragam, dari penelitian hingga sekedar menapaki perjalanan panjang. 

Dari data Pemerintah Negeri Manusela yang tertulis rapih dengan tinta pena dalam buku tamu, sejak 2011 hingga awal April 2026 sebanyak 395 pengunjung telah tiba di wilayah yang berada di tengah pegunungan Pulau Seram itu. 

Mereka berasal dari berbagai daerah di Maluku, luar provinsi, hingga mancanegara seperti Jerman, Prancis, Rumania, dan sejumlah negara di Asia. 

Jumlah itu mungkin tidak besar, namun setiap kunjungan menyimpan cerita perjalanan yang tak sederhana. 

Perjalanan menuju Manusela masih sama seperti satu dekade lalu, tidak ada jalan raya, tidak ada kendaraan. 

Hanya langkah kaki dan tekad tuk menuju Negeri Manusela

Dari jalur selatan melalui Negeri Hatumete atau jalur utara via Negeri Kaloa, para pengunjung harus menempuh perjalanan 2 hingga 3 hari. 

Sepanjang perjalanan, pengunjung harus melewati medan terjal, mendaki, menuruni lembah, serta melintasi hutan lebat dengan tingkat risiko yang tidak kecil. 

Namun bagi sebagian orang, justru di situlah nilai perjalanan itu berada. 

Baca juga: Hilirisasi Sagu Jadi Andalan SBT, Bupati Fachri: Ini Bukan Ide Dadakan

Baca juga: 700 Meter dari Mapolda Maluku, Bisnis BBM Ilegal di Kapaha Berjalan Setahun

Di kejauhan dari Manusela, Puncak Gunung Binaya dan Gunung Murkele berdiri kokoh, seolah menjaga negeri adat ini dari hiruk-pikuk dunia luar. 

Manusela bisa dibilang sebagai “Permata tersembunyi di Indonesia Timur, Maluku”.

Dari ratusan pengunjung, tidak semua datang dengan tujuan yang sama. 

Sebagian diantaranya merupakan peneliti yang tertarik pada kekayaan flora dan fauna di kawasan Manusela yang masih alami. 

Sumber: Tribun Ambon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved