Maluku Terkini
395 Orang Maluku hingga Mancanegara Menapaki Manusela per 2011 Hingga 2026
Namun justru dari keterbatasan itulah, ratusan orang tetap memilih datang dengan tujuan yang beragam, dari penelitian hingga sekedar menapaki.
Penulis: Maula Pelu | Editor: Mesya Marasabessy
Hutan di wilayah itu dinilai masih menyimpan keanekaragaman hayati yang relatif terjaga, sehingga menjadi lokasi penting untuk riset.
Di sisi lain, ada pula pengunjung yang datang tanpa agenda penelitian.
Mereka hanya ingin merasakan perjalanan panjang, menikmati suasana hutan, serta melihat langsung kehidupan masyarakat di perkampungan pegunungan yang jauh dari akses transportasi hingga terbatasnya jaringan seluler.
Pengunjung setiap tiba di Manusela, suasana yang ditemui jauh dari kebisingan.
Setiap Pagi hari hingga sekitar pukul 08.00 WIT, kampung masih diselimuti kabut tebal. Udara segar dan lingkungan yang alami menjadi keseharian warga.
Masyarakat setempat hidup dari hasil alam, seperti sagu, buah-buahan, wortel, kentang, bawang, kacang, yang ditanam tanpa pupuk kimia.
Hasil alam itu hanya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, karena akses jalan kaki puluhan kilo dengan medan terjal membuat distribusi ke luar wilayah terbatas.
Yohsua Lilihata, yang sejak dulu menjadi bagian dari staf pemerintah negeri, masih mengingat betul bagaimana mereka menyambut setiap tamu yang datang.
“Dari dulu sampai sekarang, siapa yang datang tetap menjadi tanggung jawab negeri. Itu adat kami,” ujarnya saat ditemui TribunAmbon.com pada kediamannya di Manusela.
Hal yang menarik, selama lebih dari 15 tahun kunjungan, tidak pernah tercatat musibah serius yang menimpa pengunjung.
Warga percaya, alam dan leluhur Gunung Tanah masih menjaga Manusela.
Ke depan, masyarakat lokal berharap setiap orang yang ingin datang dapat berkoordinasi terlebih dahulu dengan pemerintah negeri atau warga setempat.
Selain untuk keselamatan, hal itu juga menjadi bagian dari penghormatan terhadap kehidupan masyarakat di sana.
Di Manusela, perjalanan bukan sekedar tujuan sampai.
Tentu bagi 395 orang yang pernah menapakinya, setiap langkah adalah pengalaman, entah untuk ilmu pengetahuan, atau sekedar untuk merasakan sunyi yang tidak bisa ditemukan di tempat lain. (*)
| Nilai Tukar Petani di Maluku Masih Terendah di Indonesia, Penurunan Rata-rata Mei 2026 0,83 Persen |
|
|---|
| Polisi Bersihkan Masjid Mamala, Cat Dinding hingga Angkut Sampah Bersama Warga |
|
|---|
| Terkuak Modus! Bendahara Kejari SBT Akui Gelapkan Dana Kantor Rp. 700an Juta Tuk Kepentingan Pribadi |
|
|---|
| Kejari SBB Naikan Kasus Dugaan Korupsi SPPD Fiktif di DPRD SBB ke Tahap Penyidikan, Bukti Dikantongi |
|
|---|
| Hari Lahir Pancasila 2026, Kapolda Maluku: Hoaks dan Ujaran Kebencian Jadi Ancaman Persatuan Bangsa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Manusela-new.jpg)