Nus Kei Ditikam
Demi Keamanan, Terduga Pelaku Penikaman Nus Kei Diamankan di Mako Brimob
Menurutnya, penempatan para terduga tersangka di Mako Brimob karena alasan keamanan.
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Fandi Wattimena
Ringkasan Berita:
- Terduga penikaman Nus Kei diamankan di rutan Kompi 1 Batalyon C Pelopor.
- Menurut Kasi Humas Polresta Maluku Tenggara Ipda. Wandi Puasa penempatan para terduga tersangka di Mako Brimob karena alasan keamanan.
- Aparat pun masih terus mendalami motif dibalik insiden tersebut.
TRIBUNAMBON.COM - Dua Terduga pelaku penikaman Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei telah diamankan di Rutan Kompi 1 Batalyon C Pelopor.
Keduanya yakni; HR dan FU.
"Masih pengembangan motif, tersangka di Mako Brimob," ujar Kasi Humas Polresta Maluku Tenggara Ipda. Wandi Puasa saat dikonfirmasi TribunAmbon.com, Minggu (19/4/2026) malam.
Menurutnya, penempatan para terduga tersangka di Mako Brimob karena alasan keamanan.
Aparat pun masih terus mendalami motif dibalik insiden tersebut.
Dia pun berharap kondusifitas tetap terjaga hingga kasus tersebut diproses tuntas.
"Mudah-mudahan sampai ke depan tetap kondusif," tandasnya.
Baca juga: Nus Kei Tewas Ditikam, Musda Golkar Maluku Tenggara Terancam Ditunda?
Baca juga: Ini Sikap DPD I Golkar Maluku Atas Tewasnya Nus Kei
Diberitakan sebelumnya, Nus Kei menghembus nafas terakhir saat tindakan medis di rumah sakit (RS) Karel Sadsuitubun Langgur, sekira pukul 11.44 WIT.
Korban mengalami luka tusuk di sejumlah bagian tubuh, salah satunya di leher.
Penikaman terjadi di Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 11.25–11.30 WIT.
Sikap DPD I Golkar Maluku
DPD I Partai Golkar mengecam tindakan brutal terhadap kadernya itu.
Mereka menilai, apa yang menimpa kader Golakr itu tidak hanya berdampak pada korban dan keluarga, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas sosial dan kondusivitas daerah,
khususnya di Kabupaten Maluku Tenggara.
Untuk itu, diimbau kepada seluruh kader Partai Golkar di Maluku, khususnya di Kabupaten Maluku Tenggara, untuk tetap menahan diri, tidak terprovokasi, dan menjaga situasi tetap
aman serta menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada aparat penegak hukum.
Juga meminta aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas peristiwa ini, menangkap pelaku, serta mengungkap motif di balik kejadian tersebut secara transparan dan profesional.
"Mendorong semua pihak, termasuk tokoh masyarakat, tokoh agama, dan elemen pemuda, untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi," tulis siaran pers yang ditandatangi Ketua DPD I Golkar Maluku, Umar Lessy dan sekretaris, Anos Yermias. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Penikaman.jpg)