Kamis, 16 April 2026

Tual Terkini

Kasus Beras Oplosan Nihil di Tual, Darnawati Ingatkan Pedagang Konsekuensi Pidana 

Beras SPHP ini untuk harga eceran tertinggi ada di Rp. 13.500, ada yang menjual di bawah harga sehingga ini sangat murah dan peluang untuk oplos.

TribunAmbon.com/vera
PEMKOT TUAL : Gerakan Pangan Murah yang dihelat oleh Pemkot Tual, Sabtu (30/8/2025) 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Megarivera Renyaan

LANGGUR, TRIBUNAMBON.COM - Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tual, Provinsi Maluku, Darnawati Amir menegaskan hingga kini belum ditemukan indikasi beras oplosan di pasar Marren.

Hal tersebut dikemukakan menyusul, maraknya isu beras oplosan di beberapa daerah di Indonesia.

"Hingga saat ini, kita melakukan pemantauan dua kali dalam satu bulan, belum ditemukan indikasi atau kasus beras oplosan," ungkapnya. Senin (1/9/2025).

Baca juga: Bertaruh Nyawa, Siswa di Maluku Tenggara Sebrangi Jembatan Rusak Demi Berangkat Sekolah 

Baca juga: Jelang Aksi Unjuk Rasa Cipayung Plus, Polres Tual Kerahkan 391 Aparat Gabungan 

Menurutnya, beras SPHP ini untuk harga eceran tertinggi (HET) ada di Rp. 13.500, ada juga yang menjual di bawah harga sehingga ini sangat murah dan peluang untuk oplos beras bulog dan non bulog memang sangat tinggi.

"Namun sampai saat ini kita belum menemui kasus beras oplosan, karena pembelian dan pemesanan menggunakan aplikasi Klik SPHP yang diawasi ketat oleh bulog," ujar Darnawati.

Packaging di angka 5 kilo beras SPHP, untuk meminimalisir pengoplosan beras, yang disalahgunakan oleh para pengecer beras.

Dirinya juga menegaskan, kasus beras oplosan merupakan bentuk penipuan yang merugikan negara.

"Kami juga meminta masyarakat agar pro aktif melaporkan jika menemukan kasus pengoplosan, jika ditemukan indikasi Pedagang yang sengaja mendistribusikan beras oplosan konsekuensinya pidana," tegasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved