Kamis, 14 Mei 2026

Tual Terkini

Ratusan Perempuan Kei di Kota Tual Long March Menyerukan Perdamaian

Tak pula mengenal agama, profesi, seluruh perempuan Kei long march mulai dari titik kumpul pertigaan Wearhir pukul 16.00 WIT.

Tayang:
Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Adjeng Hatalea
Istimewa
Perempuan Kei tak mengenal profesi dan agama, turun ke jalanan dan long march menyerukan perdamaian, Kamis (2/2/2023) 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Ratusan perempuan Kei di Kota Tual turun ke jalanan menyerukan perdamaian di tengah konflik yang tengah berlangsung, Kamis (2/2/2023).

Aksi seruan damai ini atas keprihatinan lantaran bentrok terjadi antar warga di Kota Tual yang pecah pada Selasa (31/1/2023) hingga kini.

Tak ingin lagi ada konflik, ratusan perempuan pemberani ini mengenakan kain khas perempuan kei.

Tak pula mengenal agama, profesi, seluruh perempuan Kei long march mulai dari titik kumpul pertigaan Wearhir pukul 16.00 WIT.

Berjalan mengarah UN wartel dan berakhir di kantor DPR Kota Tual.

Koordinator aksi, Ririn Prasetyo mengaku bangga banyak warga yang semangat menunggu untuk maju bersama menyerukan aksi perdamaian.

Padahal seruan aksi perdamaian ini hanya disuarakan lewat sosial media.

Baca juga: Sempat Memanas, Roem Ohoirat Sebut Situasi di Tual Kembali Normal

“Aksi ini murni bentuk keprihatinan dan kepedulian bagi masyarakat kota Tual yang tak henti-hentinya bertikai dan saling serang. Tujuan aksi tadi hanya ingin membuktikan bahwa masalah yang terjadi bukan masalah SARA namun murni kesalahan pahaman," kata Prasetyo.

Lanjutnya, meski aksi mereka disambut amarah dan kekecewaan beberapa pihak, namun akhirnya sedikit didengarkan.

Mereka yang bertikai menurunkan senjata tajam yang dipakai dan memberikan jalan bagi perempuan Vatvat Evav ini untuk menyerukan perdamaian.

"Yah paling tidak panah-panah dan parang yang tadi digenggam langsung diturunkan saat melihat saudara perempuannya turun ke jalan, ini membuktikan fanganan itu masih ada, slogan mati untuk batas tanah dan saudara perempuan tetap dihargai,” tandasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved