Rabu, 15 April 2026

SBT Hari Ini

Pustu di Desa Inlomin SBT Terbengkalai, Warga Kesulitan Akses Layanan Kesehatan

Fasilitas kesehatan yang dibangun sejak tahun 2018 itu telah terbengkalai dan tidak lagi difungsikan hingga kini, Rabu (18/3/2026).

Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Mesya Marasabessy
TribunAmbon.com/Ali/Haliyudin Ulima
FASILITAS KESEHATAN - Kondisi Pusat Kesehatan Pembantu (Pustu) di Desa Inlomin, Kecamatan Pulau Gorom, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), tampak terbengkalai dengan atap seng berkarat dan area sekitar dipenuhi rumput liar, Rabu (18/3/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Kondisi Pusat Kesehatan Pembantu (Pustu) di Desa Inlomin, Kecamatan Pulau Gorom, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), memprihatinkan.
  • Fasilitas kesehatan yang dibangun sejak tahun 2018 itu telah terbengkalai dan tidak lagi difungsikan hingga kini, Rabu (18/3/2026).
  • Hal tampak dari kondisi bangunan terlihat rusak pada bagian seng yang berkarat, kaca jendela pecah, pintu lapuk, hingga kondisi lantai mengalami kerusakan cukup parah.

Laporan Wartawan TribunAmbon.com

BULA, TRIBUNAMBON.COM – Kondisi Pusat Kesehatan Pembantu (Pustu) di Desa Inlomin, Kecamatan Pulau Gorom, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), memprihatinkan.

Fasilitas kesehatan yang dibangun sejak tahun 2018 itu telah terbengkalai dan tidak lagi difungsikan hingga kini, Rabu (18/3/2026).

Hal tampak dari kondisi bangunan terlihat rusak pada bagian seng yang berkarat, kaca jendela pecah, pintu lapuk, hingga kondisi lantai mengalami kerusakan cukup parah.

Tak hanya itu, area sekitar bangunan juga dipenuhi rumput liar yang tumbuh tinggi hingga menutupi sebagian besar pustu.

Kondisi tersebut membuat fasilitas yang seharusnya menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat itu kini nyaris tak menyisakan fungsi.

Salah satu warga Desa Inlomin, Jirman Rumatiga, mengungkapkan bahwa pustu tersebut sempat beroperasi dengan adanya tiga tenaga bidan.

Namun, ketiganya tidak bertahan lama dan memilih berhenti, tanpa adanya pengganti hingga sekarang.

“Dulu sempat ada tiga bidan yang bertugas di sini, tapi tidak lama mereka berhenti. Sejak itu pustu ini tidak lagi difungsikan,” ujarnya.

Baca juga: KUA Masohi Buka Layanan Pendaftaran Nikah Jelang dan Saat Lebaran 

Baca juga: H-1 Hari Raya Nyepi, Ratusan Warga Saksikan Festival Ogoh-ogoh di Ambon

Akibatnya, masyarakat setempat kini kesulitan mendapatkan layanan kesehatan dasar, terutama dalam kondisi darurat.

Menurut Jirman, keberadaan pustu sangat dibutuhkan warga, mengingat akses layanan kesehatan di wilayah tersebut cukup terbatas.

“Kalau diperhatikan, masyarakat di sini sangat membutuhkan pelayanan kesehatan. Pustu ini seharusnya bisa membantu, tapi sekarang justru terbengkalai,” jelasnya.

Warga pun berharap Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur segera mengambil langkah konkret.

Mereka meminta agar fasilitas tersebut diperbaiki sekaligus menempatkan tenaga kesehatan agar pelayanan bisa kembali berjalan.

“Harapan kami Pemda segera turun tangan. Jangan sampai fasilitas yang sudah dibangun ini dibiarkan rusak tanpa dimanfaatkan,” tutupnya.(*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved