SBT Hari Ini
Pustu di Desa Inlomin SBT Terbengkalai, Warga Kesulitan Akses Layanan Kesehatan
Fasilitas kesehatan yang dibangun sejak tahun 2018 itu telah terbengkalai dan tidak lagi difungsikan hingga kini, Rabu (18/3/2026).
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Mesya Marasabessy
Ringkasan Berita:
- Kondisi Pusat Kesehatan Pembantu (Pustu) di Desa Inlomin, Kecamatan Pulau Gorom, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), memprihatinkan.
- Fasilitas kesehatan yang dibangun sejak tahun 2018 itu telah terbengkalai dan tidak lagi difungsikan hingga kini, Rabu (18/3/2026).
- Hal tampak dari kondisi bangunan terlihat rusak pada bagian seng yang berkarat, kaca jendela pecah, pintu lapuk, hingga kondisi lantai mengalami kerusakan cukup parah.
Laporan Wartawan TribunAmbon.com
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Kondisi Pusat Kesehatan Pembantu (Pustu) di Desa Inlomin, Kecamatan Pulau Gorom, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), memprihatinkan.
Fasilitas kesehatan yang dibangun sejak tahun 2018 itu telah terbengkalai dan tidak lagi difungsikan hingga kini, Rabu (18/3/2026).
Hal tampak dari kondisi bangunan terlihat rusak pada bagian seng yang berkarat, kaca jendela pecah, pintu lapuk, hingga kondisi lantai mengalami kerusakan cukup parah.
Tak hanya itu, area sekitar bangunan juga dipenuhi rumput liar yang tumbuh tinggi hingga menutupi sebagian besar pustu.
Kondisi tersebut membuat fasilitas yang seharusnya menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat itu kini nyaris tak menyisakan fungsi.
Salah satu warga Desa Inlomin, Jirman Rumatiga, mengungkapkan bahwa pustu tersebut sempat beroperasi dengan adanya tiga tenaga bidan.
Namun, ketiganya tidak bertahan lama dan memilih berhenti, tanpa adanya pengganti hingga sekarang.
“Dulu sempat ada tiga bidan yang bertugas di sini, tapi tidak lama mereka berhenti. Sejak itu pustu ini tidak lagi difungsikan,” ujarnya.
Baca juga: KUA Masohi Buka Layanan Pendaftaran Nikah Jelang dan Saat Lebaran
Baca juga: H-1 Hari Raya Nyepi, Ratusan Warga Saksikan Festival Ogoh-ogoh di Ambon
Akibatnya, masyarakat setempat kini kesulitan mendapatkan layanan kesehatan dasar, terutama dalam kondisi darurat.
Menurut Jirman, keberadaan pustu sangat dibutuhkan warga, mengingat akses layanan kesehatan di wilayah tersebut cukup terbatas.
“Kalau diperhatikan, masyarakat di sini sangat membutuhkan pelayanan kesehatan. Pustu ini seharusnya bisa membantu, tapi sekarang justru terbengkalai,” jelasnya.
Warga pun berharap Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur segera mengambil langkah konkret.
Mereka meminta agar fasilitas tersebut diperbaiki sekaligus menempatkan tenaga kesehatan agar pelayanan bisa kembali berjalan.
“Harapan kami Pemda segera turun tangan. Jangan sampai fasilitas yang sudah dibangun ini dibiarkan rusak tanpa dimanfaatkan,” tutupnya.(*)
| Ultimatum Pemkab SBT: Besok Pedagang Tak Boleh Lagi Jualan di Jalan |
|
|---|
| Penertiban Pedagang Bula Digencarkan, Sebagian Mulai Pindah ke Pasar Utama |
|
|---|
| Speedboat Tabrak Tiang Mercusuar di Perairan Geser, Tiga Warga Desa Tobo Berhasil Dievakuasi |
|
|---|
| Bupati SBT Sebut Penataan Kota Bula Tak Bisa Instan, Harus Terencana |
|
|---|
| Bupati SBT Tegaskan Usulan Musrenbang Harus Prioritas dan Berdampak Nyata bagi Masyarakat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/JdisnsooM.jpg)