Jumat, 17 April 2026

SBT Hari Ini

Setelah Lama Lumpuh, Jalur Siritaun Wida Timur Kini Bisa Dilalui Berkat Jembatan Darurat

Akses transportasi di Kecamatan Siritaun Wida Timur, Kabupaten Seram Bagian Timur, kembali lancar setelah dibangun jembatan darurat Wai Madoul.

Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Ode Alfin Risanto
TribunAmbon.com/Haliyudin Ulima
JEMBATAN - Kondisi jembatan darurat Wai Madoul di Desa Kwaos, Kecamatan Siritaun Wida Timur, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Senin (16/3/2026). Jembatan darurat yang dibangun menggunakan timbunan batu dan gorong-gorong ini membantu memperlancar kembali akses transportasi warga yang sebelumnya kerap lumpuh saat banjir dan pasang air laut. 

Ringkasan Berita:
  • Akses transportasi di Kecamatan Siritaun Wida Timur, Kabupaten Seram Bagian Timur, kembali lancar setelah dibangun jembatan darurat Wai Madoul.
  • Sebelumnya jalur tersebut kerap lumpuh saat banjir maupun pasang air laut, sehingga kendaraan tidak dapat melintas.
  • Warga bersyukur akses sudah terbuka, namun berharap pemerintah segera membangun jembatan permanen agar mobilitas masyarakat lebih aman dan tidak terhambat lagi.

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima

BULA, TRIBUNAMBON.COM – Akses transportasi di wilayah Kecamatan Siritaun Wida Timur, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), kini mulai kembali lancar setelah dibangunnya jembatan darurat Wai Madoul.

Sebelumnya, jalur tersebut kerap mengalami gangguan bahkan lumpuh total ketika terjadi banjir maupun pasang air laut. 

Kondisi itu membuat warga kesulitan melintas karena badan jalan dipenuhi air hingga menyulitkan kendaraan apapun untuk melintas. 

Baca juga: Pemkot Benarkan Pemeriksaan BPK Masuk Tahapan Pemeriksaan Interim, Ini Penjelasan Robby Sapulette 

Baca juga: Satu Tahun Danantara, Pertamina Patra Niaga Bagikan 2.000 Paket Sekolah Bagi Anak Papua

Namun dengan hadirnya jembatan darurat yang telah dibangun, kendaraan roda dua maupun roda empat kini sudah dapat melintasi jalur tersebut.

Pantauan TribunAmbon.com di lokasi, Senin (16/3/2026), jembatan darurat tersebut dibangun menggunakan timbunan batu serta gorong-gorong sebagai saluran air. 

Meski masih bersifat sementara, jembatan itu cukup membantu memperlancar mobilitas masyarakat.

Salah satu pengendara Muhamad Abi (36), mengaku bersyukur karena akses jalan kini sudah bisa dilalui kembali oleh kendaraan.

“Dulu kalau banjir atau air laut pasang, jalan di sini langsung tidak bisa dilewati. Sekarang sudah ada jembatan darurat jadi motor dan mobil sudah bisa lewat lagi,” ujarnya.

Kata dia, keberadaan jembatan darurat tersebut sangat membantu aktivitas masyarakat, terutama untuk akses antar desa hingga ke Ibu Kota Kabupaten. 

“Kalau tidak ada jembatan ini, kami harus tunggu air surut dulu baru bisa lewat. Sekarang sudah lebih mudah karena kendaraan sudah bisa melintas,” katanya.

Meski demikian, dirinya berharap pemerintah daerah dapat segera membangun jembatan permanen agar akses transportasi di wilayah tersebut lebih aman dan tidak lagi terancam lumpuh saat banjir maupun pasang air laut.

“Kami berharap pemerintah bisa bangun jembatan yang permanen supaya ke depan kalau air besar atau banjir, jalan ini tetap bisa dilalui masyarakat,” tutupnya. 

Diberitakan sebelumny, Jembatan Wai Madoul, di Desa Kwaos, Kecamatan Siritaun Wida Timur, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) hingga kini tak kunjung dikerjakan, Rabu (23/7/2025).

Akibatnya, mobilisasi warga di beberapa kecamatan seperti Ukar Sengan, Kilmury hingga pesisir Pulau Geser saat menuju ibu kota, kerap mandek akibat kondisi air laut yang pasang, hingga luapan sungai.

Pantauan TribunAmbon.com di lokasi pukul 14:00 WIT, kondisi sungai cukup memprihatinkan, terlebih saat turun hujan.

Tampak beberapa kendaraan harus menunggu hingga berjam-jam, menanti banjir yang tak kunjung surut, beberapa kendaraan harus memutar balik arah jika mengalami hal serupa.(*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved