Mudik 2026
Masih Normal, UPP Bula Prediksi Puncak Arus Mudik Lebaran Terjadi 16 Maret
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Bula, Jonly Arnold Pentury, memprediksi puncak arus mudik di pelabuhan tersebut akan
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Arus mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di Pelabuhan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), masih terpantau normal dan belum mengalami lonjakan penumpang yang signifikan, Jumat (13/3/2026).
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Bula, Jonly Arnold Pentury, memprediksi puncak arus mudik di pelabuhan tersebut akan terjadi pada Senin (16/3/2026) mendatang.
Menurut Pentury, lonjakan penumpang diperkirakan terjadi saat kapal milik perusahaan swasta Cantika Lestari 6E melayani pelayaran dalam program mudik gratis dari Pemerintah Provinsi Maluku.
"Dari Ambon itu rutenya, Geser, Gorom, Kesui, Teor dan balik ke Bula, tujuan Kilmury, Werinama pada tanggal 16 Maret," ujarnya, Jumat (13/3/2026).
Ia menjelaskan, hingga saat ini kondisi arus mudik di Pelabuhan Bula masih terpantau normal dan belum mengalami lonjakan signifikan seperti tahun sebelumnya.
"Sejauh ini kami terus memantau perkembangan arus mudik. Sampai sekarang belum ada lonjakan penumpang yang membludak seperti tahun 2025 lalu," bebernya.
Baca juga: Mudik Lebaran 2026, Pelabuhan Bula Siapkan Posko dan Program Mudik Gratis
Baca juga: Pelabuhan Bula Siap Hadapi Mudik Lebaran 2026: Delapan Kapal Bakal Siap Berlayar
Kata dia, jika terjadi peningkatan jumlah penumpang, kemungkinan besar hanya didominasi masyarakat yang melakukan perjalanan antar kecamatan kepulauan di wilayah Kabupaten SBT.
"Kalau pun ada lonjakan itu mayoritas diperkirakan hanya untuk penumpang antar kecamatan kepulaan di kabupatem SBT saja. Dalam hal ini ,Geser, Gorom, Kesui dan Teor juga lain-lain," jelasnya.
Selain itu, masa mudik Lebaran tahun ini cukup panjang sehingga sebagian masyarakat sudah melakukan perjalanan lebih awal.
"Ada beberapa kapal yang sudah layani rute itu, yaitu Sabuk Nusantara 75, KM. Fajar Indah. Sedangkan untuk mudik tujuan kota Ambon,kebanyakan menggunakan moda transportasi darat," lanjutnya.
Pentury juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik menggunakan transportasi laut agar mempersiapkan barang bawaan serta memastikan telah memiliki tiket sebelum keberangkatan.
"Mudik dengan kapal laut ini masyrakat harus melihat kondisi cuaca,jika ada himbauan dari BMKG tentang cuaca buruk lebih baik pertimbangkan kembali saat lakukan mudik," tutupnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/UPP-Bula.jpg)