Mudik 2026
Pelabuhan Bula Siap Hadapi Mudik Lebaran 2026: Delapan Kapal Bakal Siap Berlayar
Kepala UPP Kelas III Bula, Jonly Arnold Pentury, mengatakan berbagai persiapan telah dilakukan sejak jauh hari untuk mendukung kelancaran
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Fandi Wattimena
Ringkasan Berita:
- Kepala UPP Kelas III Bula, Jonly Arnold Pentury memastikan kesiapan hadapi mudik 2026.
- 8 armada kapal pun telah disiagakan untuk mendukung kelancaran mudik.
- selain itu, fasilitas Pelabuhan Bula juga telah tersedia berbagai sarana yang dapat menunjang aktivitas pelayanan penumpang dan barang.
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Kepala UPP Kelas III Bula, Jonly Arnold Pentury memastikan Pelabuhan Laut Bula di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) siap hadapi arus mudik Lebaran, Jumat (13/2/2026).
Dijelaskan, berbagai persiapan telah dilakukan sejak jauh hari untuk mendukung kelancaran transportasi laut selama musim mudik.
“Dalam hal ini persiapan terkait dengan angkutan Lebaran 1447 Hijriah tahun 2026, kami sendiri di Pelabuhan Laut Bula sudah mempersiapkan,” ujarnya.
Menurutnya, dari sisi fasilitas pelabuhan telah tersedia berbagai sarana yang dapat menunjang aktivitas pelayanan penumpang dan barang.
“Secara fasilitas kami memiliki terminal, ada gudang, terus ada dermaga,” kata Jonly.
Baca juga: Polisi Siap Amankan 1.807 Lokasi saat Lebaran 2026, Termasuk 1.256 Masjid di Seluruh Wilayah Maluku
Baca juga: Arus Mudik Lebaran H-7, Pergerakan Penumpang Mulai Terjadi di Pelabuhan Amahai
Ia menjelaskan, Pelabuhan Bula memiliki dua dermaga yang dapat digunakan untuk pelayanan kapal penumpang maupun kapal barang.
Dengan kapasitas tersebut, dermaga mampu melayani beberapa kapal dalam satu waktu.
"Dermaga ini ada dua dengan kapasitas panjang sekitar 60 meter tipe finger, dalam satu kali pelayanan bisa empat kapal,” bebernya.
Selain itu, rata-rata kapal penumpang yang sandar di Pelabuhan Bula memiliki waktu pelayanan yang cukup.
Namun dalam beberapa kondisi, kapal bahkan dapat berada lebih lama di pelabuhan.
“Rata-rata kapal penumpang di Pelabuhan Laut Bula itu biasanya melaksanakan pelayanan paling sedikit dua jam di pelabuhan. Paling cepat dua jam di pelabuhan, biasanya lebih lama,” jelasnya.
Menurutnya, durasi tersebut memberikan cukup waktu bagi proses naik turun penumpang maupun bongkar muat barang.
Ia menambahkan, untuk mendukung kelancaran transportasi laut, saat ini terdapat delapan kapal yang rutin menyinggahi Pelabuhan Bula.
Dari jumlah tersebut, enam kapal merupakan kapal pelayaran perintis dan dua lainnya merupakan kapal swasta.
“Enam unit itu pelayaran perintis dan dua unit pelayaran swasta yaitu Cantika Lestari 6E dan Fajarinda II,” pungkasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Pelabuhan-Bula-kid.jpg)