SBT Hari Ini
Terbanyak 3.132 PPPK Paruh Waktu Diterima, Ini Alasan Utama Bupati SBT
Bupati Fachri Alkatiri memutuskan menerima 3.132 PPPK paruh waktu sebagai bentuk penghargaan bagi tenaga honorer yang lama mengabdi.
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Ode Alfin Risanto
Ringkasan Berita:
- Bupati Fachri Alkatiri memutuskan menerima 3.132 PPPK paruh waktu sebagai bentuk penghargaan bagi tenaga honorer yang lama mengabdi.
- Keputusan diambil setelah mempertimbangkan tiga opsi, yakni menolak semua, menerima sebagian, atau menerima seluruhnya.
- Meski menambah beban anggaran daerah, kebijakan ini diambil untuk memberi kepastian status kepada para honorer dengan alokasi anggaran sekitar Rp.11 miliar per tahun.
Laporan Wartawan Tribunambon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Bupati Seram Bagian Timur (SBT) Fachri Husni Alkatiri mengungkapkan alasan dirinya menerima 3.132 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu.
Fachri menjelaskan keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan berbagai kondisi masyarakat yang telah lama mengabdi namun belum memiliki status kepegawaian.
“SBT adalah kabupaten yang menerima PPPK paruh waktu paling banyak, jumlahnya 3.132 orang,” ujarnya, Minggu (8/3/2026).
Baca juga: Jadwal Imsakiyah Hari ke - 20 Ramadan di Kota Ambon
Baca juga: Prakiraan Cuaca Ambon 9 Maret 2026: Siang Hujan Ringan, Malam Berawan
Menurutnya, sebelum mengambil keputusan tersebut, pemerintah daerah sebenarnya memiliki beberapa pilihan.
“Saya punya tiga pilihan saat itu, menolak semua, menerima sebagian, atau menerima semuanya,” katanya.
Ia mengatakan opsi pertama sebenarnya paling mudah dilakukan karena kondisi keuangan daerah sedang sulit.
Sementara opsi kedua juga dianggap berisiko karena berpotensi menimbulkan polemik di masyarakat.
“Kalau saya terima sebagian dan tolak sebagian, nanti muncul isu lagi bahwa Bupati pilih kasih,” kata Fachri.
Namun Fachri mengaku tidak tega jika harus menolak seluruh tenaga honorer yang sudah lama mengabdi.
“Saya punya hak untuk tidak terima siapapun dengan alasan kondisi keuangan daerah terbatas. Saya yakin kalau saya tolak semua, pasti akan ada banyak air mata yang berguguran,” bebernya.
Lebih lanjut dijelaskan, banyak tenaga honorer yang telah mengabdikan diri puluhan tahun dengan harapan suatu saat bisa menjadi pegawai resmi pemerintah.
“Ada orang yang sudah puluhan tahun mengabdi, walaupun hanya berharap jadi PPPK paruh waktu,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa dalam pengambilan keputusan tersebut dirinya tidak melihat kedekatan atau hubungan pribadi, melainkan pengabdian para tenaga honorer kepada daerah.
“Saya tutup mata terhadap siapa yang favorit dan siapa yang bukan. Saya lihat mereka ini anak-anak negeri yang sudah lama mengabdi bagi daerah,” jelasnya.
| Libatkan Kementerian, Kominfo SBT Buru Pemilik Akun Facebook yang Hina Bupati |
|
|---|
| Unggahan Diduga Hina Bupati SBT Viral di Media Sosial, Warganet Heboh di Kolom Komentar |
|
|---|
| Mulai Hari Ini, Seluruh Bus AKDP di SBT Wajib Masuk Terminal Bula |
|
|---|
| Pemdes SBT Bantah Dana Desa Dipakai Bangun Gerai KDMP, Akui Hanya Syarat Hibah Lahan |
|
|---|
| DD dan ADD SBT Baru Cair 30 Persen, Pemdes Akui Anggaran Dipangkas Drastis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Pppk-bula-sbtt.jpg)