SBT Hari Ini
Jalan Utama Kota Bula Rusak Parah, Warga Desak Pemkab SBT Segera Bertindak
Jalan utama di Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur, rusak parah dan dipenuhi lubang serta genangan air tanpa penanganan serius.
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Ode Alfin Risanto
Ringkasan Berita:
- Jalan utama di Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur, rusak parah dan dipenuhi lubang serta genangan air tanpa penanganan serius.
- Kerusakan yang telah lama terjadi ini membahayakan keselamatan pengendara dan mengganggu aktivitas menuju pusat perkantoran, pendidikan, dan ekonomi.
- Warga mendesak Pemkab SBT melakukan perbaikan menyeluruh serta memperbaiki sistem drainase agar kerusakan tidak terus berulang.
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Wajah Kota Bula sebagai ibu kota Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) tercoreng oleh kondisi rusak yang tak kunjung diperbaiki, Senin (23/2/2026).
Kerusakan tersebut berada tak jauh dari Bengkel Lakudo, dan menjadu jalan utama sekaligus penghubung antar ibu kota provinsi hingga kecamatan.
Pantauan TribunAmbon.com di lokasi, badan jalan dipenuhi lubang menganga dan kubangan air berlumpur.
Baca juga: Sempat Dikejar Warga, Pengendara Diamankan Polisi: Kapolres SBT Imbau Warga Tahan Emosi
Baca juga: Kecelakaan Lalu Lintas di Pusat Kota Bula, Korban Meninggal 14 Menit Setelah Dirawat
Di sejumlah titik, aspal nyaris tak terlihat, berganti batu lepas dan tanah yang tergerus.
Setiap kendaraan yang melintas terpaksa memperlambat laju, bahkan harus zig-zag menghindari lubang yang tertutup genangan.
Ironisnya, kerusakan ini menjadu jalur vital menuju perkantoran, sekolah, rumah ibadah, hingga pusat ekonomi.
Namun hingga kini, belum terlihat tanda-tanda perbaikan serius dari Pemerintah Kabupaten SBT.
“Ini bukan baru rusak kemarin. Sudah lama begini dan makin parah. Setiap tahun dikeluhkan, tapi tidak ada tindakan nyata,” ujar Bapak Amin (32) salah satu warga setempat.
Warga menilai pemerintah daerah seolah tutup mata terhadap persoalan infrastruktur dasar yang menyangkut keselamatan publik.
Tambal sulam yang pernah dilakukan disebut tidak bertahan lama, bahkan di beberapa titik sudah kembali rusak sebelum genap setahun.
Kondisi drainase yang buruk memperparah keadaan. Air hujan menggenang berhari-hari di atas badan jalan, mempercepat kerusakan dan mengubah lubang menjadi perangkap bagi pengendara.
Bahkan, warga kerap menyaksikan pengendara motor hampir terjatuh karena roda terperosok ke dalam lubang yang tak terlihat.
“Kalau malam hari lebih berbahaya. Penerangan minim, lubang tertutup air. Tinggal tunggu korban saja,” katanya.
Warga mendesak Pemkab SBT tidak lagi menunda penanganan dan berhenti mengandalkan solusi sementara.
Mereka meminta perbaikan menyeluruh disertai evaluasi sistem drainase agar kerusakan tidak terus berulang.(*)
| Datangi Inspektorat dan Kejari, LMND SBT Desak Usut Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa |
|
|---|
| Soroti Dugaan Nepotisme, LMND SBT Desak Bupati Copot Kadis Kesehatan |
|
|---|
| Resmi Dilantik, IBI SBT Fokus Tekan Angka Kematian Ibu Serta Stunting di Wilayah Kepulauan |
|
|---|
| Kepala SKK Migas Janji Percepat Penanganan Masalah di PT. Karlez |
|
|---|
| Kondisi PT Karlez Dinilai Memburuk, DPRD SBT Desak Pergantian Investor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/jalan-rusak-bula-12.jpg)