SBT Hari Ini
Setahun Ambruk, Jembatan Wai Mer di SBT Belum Juga Dibangun Permanen
Warga masih bergantung pada jembatan darurat untuk melintas, dengan segala keterbatasan dan risiko keselamatan.
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Mesya Marasabessy
Ringkasan Berita:
- Jembatan Wai Mer di Kecamatan Teluk Waru, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), hingga kini belum juga dibangun permanen, Selasa (17/2/2026).
- Pantauan TribunAmbon.com di lokasi, sisa konstruksi jembatan lama masih terlihat di badan sungai.
- Struktur beton yang patah dan gorong-gorong baja yang bergeser menjadi bukti peristiwa ambruknya jembatan yang sempat melumpuhkan akses penghubung antarwilayah tersebut.
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Sudah satu tahun sejak ambruk pada Februari 2025, Jembatan Wai Mer di Kecamatan Teluk Waru, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), hingga kini belum juga dibangun permanen, Selasa (17/2/2026).
Pantauan TribunAmbon.com di lokasi, sisa konstruksi jembatan lama masih terlihat di badan sungai.
Struktur beton yang patah dan gorong-gorong baja yang bergeser menjadi bukti peristiwa ambruknya jembatan yang sempat melumpuhkan akses penghubung antarwilayah tersebut.
Diketahui, jembatan ini pertama kali ambruk setelah sebuah mobil truk bermuatan material semen dan besi tujuan Desa Kilga, Kecamatan Kiandarat, terperosok hingga masuk ke kolom jembatan.
Ironisnya, setahun berlalu, pembangunan jembatan permanen belum juga terealisasi.
Warga masih bergantung pada jembatan darurat untuk melintas, dengan segala keterbatasan dan risiko keselamatan.
Baca juga: Jembatan Wai Mer di SBT Masih Darurat, Kendaraan Hanya Melintas Satu Arah
Baca juga: Bodewin Wattimena Pastikan Jalan Benteng Ambon Atas Diaspal Tahun Ini
Muhamad Ali (32) salah satu warga menilai lambannya pembangunan jembatan permanen berdampak langsung pada aktivitas ekonomi masyarakat.
Pasalnya, nembatan Wai Mer merupakan akses vital mobilitas warga saat hendak menuju ibu kota kabupaten.
“Sudah satu tahun lebih, tapi belum ada pembangunan permanen. Kami hanya pakai jembatan darurat. Kalau musim hujan, rasa khawatir tetap ada,” ujarnya.
Dirinya menegaskan, pembangunan jembatan permanen sudah menjadi kebutuhan mendesak, bukan lagi sekadar wacana.
“Jembatan ini urat nadi masyarakat. Semua orang lewat sini. Kalau akses terganggu, ekonomi juga ikut terganggu. Pemerintah harus bangun permanen, jangan biarkan kami terus bergantung pada jembatan darurat,” tegasnya.
Selain menghambat mobilitas dan ekonomi, kondisi tersebut juga memunculkan pertanyaan publik terkait kepastian anggaran dan progres pembangunan dari pihak terkait.
"Kita masyarakat pengen tau, kenapa belum dikerjakan, masa kita harus bergantung pada jembatan darurat ini selamanya. Apakah belum ada anggaran atau bagaimana," bebernya.
Pihaknya, berharap pemerintah pusat maupun daerah segera memberikan kejelasan serta langkah konkret pembangunan agar aktivitas masyarakat kembali normal tanpa dibayangi rasa cemas setiap kali melintas.(*)
| Ultimatum Pemkab SBT: Besok Pedagang Tak Boleh Lagi Jualan di Jalan |
|
|---|
| Penertiban Pedagang Bula Digencarkan, Sebagian Mulai Pindah ke Pasar Utama |
|
|---|
| Speedboat Tabrak Tiang Mercusuar di Perairan Geser, Tiga Warga Desa Tobo Berhasil Dievakuasi |
|
|---|
| Bupati SBT Sebut Penataan Kota Bula Tak Bisa Instan, Harus Terencana |
|
|---|
| Bupati SBT Tegaskan Usulan Musrenbang Harus Prioritas dan Berdampak Nyata bagi Masyarakat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Ksksjsmmz.jpg)