SBT Hari Ini
DPRD SBT Soroti Jalan Rusak Parah Menuju Kufar Pantai, Akses 1 Km Ditempuh 30 Menit
Komisi I DPRD SBT menyoroti kerusakan parah jalan menuju Kufar Pantai, Kecamatan Tutuk Tolu, yang dikeluhkan warga.
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Ode Alfin Risanto
Ringkasan Berita:
- Komisi I DPRD SBT menyoroti kerusakan parah jalan menuju Kufar Pantai, Kecamatan Tutuk Tolu, yang dikeluhkan warga.
- Ketua Komisi I Abdul Aziz Yanlua mengaku akses 1 km ke kampung memakan waktu hampir 30 menit akibat kondisi jalan rusak.
- DPRD mendorong perbaikan bertahap, minimal sirtu, agar akses warga segera membaik meski belum bisa dihotmix.
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Komisi I DPRD Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), menyoroti kondisi jalan rusak parah menuju wilayah Kufar Pantai, Kecamatan Tutuk Tolu, Rabu (11/2/2026).
Pasalnya, kondisi jalan dinilai sudah sangat memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius pemerintah daerah.
Ketua Komisi I DPRD SBT Abdul Aziz Yanlua turut merasakannya secara langsung.
Baca juga: Dugaan Korupsi Bansos Maluku Tengah, Wakil Ketua DPRD Arman Mualo Mangkir Panggilan Jaksa
Baca juga: Jelang Lebaran 2026, Bansos Rp. 17,5 Triliun Cair, Kadinsos Ambon Pastikan Tepat Sasaran
Kerusakan jalan tersebut ia temukan saat turun langsung ke lapangan beberapa hari sebelumnya.
“Saya beberapa hari lalu turun di Kufar Pantai. Jalan masuk ke kampung mereka itu cuma sekitar satu kilometer, tapi untuk bisa masuk ke dalam butuh waktu hampir setengah jam,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi jalan yang rusak parah sangat menyulitkan aktivitas masyarakat dan menjadi keluhan utama warga setempat.
Warga bahkan telah menaruh harapan besar kepada pemerintah daerah, terlebih karena dukungan politik yang pernah mereka berikan.
“Begitu rusaknya jalan itu. Mereka bilang, di Kufar Pantai itu kita menang favorit sekitar 40 sampai 50 persen, dengan harapan satu saja, jalan mereka harus diperhatikan,” katanya.
Yanlua menegaskan, perbaikan jalan tidak harus menunggu proyek besar, melainkan bisa dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah.
“Kalau belum bisa dihotmix, bisa dilakukan sirtu dulu. Yang penting akses masyarakat bisa diperbaiki,” kata Yanlua.
Menurutnya, persoalan jalan rusak merupakan masalah klasik namun krusial yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.
“Hal-hal yang sifatnya klasik dan krusial seperti ini harus kita perhatikan secara bersama-sama, supaya daerah kita ini bisa sedikit lebih baik dari sebelumnya,” tutupnya.(*)
| Revitalisasi Rumah Adat di SBT Didorong, 10 Proposal Masuk, 5 Sudah Lolos Verifikasi |
|
|---|
| Hendak Berjualan, Seorang IRT di Geser Tewas Diduga Terjatuh ke Laut |
|
|---|
| Tekan Belanja Pegawai, DPRD SBT Usul Gabung Sejumlah OPD |
|
|---|
| SBT Catat Rp. 874 Miliar Pendapatan, Sektor Perikanan dan Pertanian Jadi Tulang Punggung |
|
|---|
| Pendidikan dan Kesehatan Jadi Fokus, Pemkab SBT Miliki 392 Sekolah dan 366 Fasilitas Medis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Jalan-rusak-kufar.jpg)