SBT Hari Ini
DD dan ADD SBT Baru Cair 30 Persen, Pemdes Akui Anggaran Dipangkas Drastis
Namun di balik upaya percepatan itu, Pemdes SBT harus menghadapi penurunan anggaran yang disebut sangat memukul desa-desa.
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Mesya Marasabessy
Ringkasan Berita:
- Pencairan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) hingga awal Mei 2026 baru menyentuh angka 20 hingga 30 persen.
- Di tengah lambannya progres pencairan, Pemerintah Kabupaten SBT juga dihadapkan pada kenyataan pahit berupa pemangkasan anggaran desa secara besar-besaran.
- Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Pemdes) SBT, Yehamzah Alhamid mengakui penurunan anggaran tahun ini sangat drastis dibanding tahun sebelumnya.
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Pencairan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) hingga awal Mei 2026 baru menyentuh angka 20 hingga 30 persen.
Di tengah lambannya progres pencairan, Pemerintah Kabupaten SBT juga dihadapkan pada kenyataan pahit berupa pemangkasan anggaran desa secara besar-besaran.
Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Pemdes) SBT, Yehamzah Alhamid mengakui penurunan anggaran tahun ini sangat drastis dibanding tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah sampai dengan hari ini kurang lebih sekitar 20 sampai dengan 30 persen sudah jalan. Itu lebih besarnya ada pada ADD,” kata Yehamzah saat diwawancarai di ruang kerjanya, Rabu (6/5/2026).
Baca juga: KLM Cajoma V Karam di Perairan Maluku Tengah, 13 Penumpang Selamat Dievakuasi Basarnas
Baca juga: Haru Biru Perpisahan, Sektor Zebaoth Jemaat GPM Porto Jemput Pendeta Roy Maail Pakai Singgasana
Ia mengatakan pihaknya kini berpacu dengan waktu agar pencairan tidak lagi menumpuk di akhir Juni sebagaimana yang kerap terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
“Kita berupaya untuk lebih mempercepat progresnya. Mudah-mudahan pertengahan Mei ini kalau bisa sudah selesai supaya tidak lagi menumpuk seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.
Namun di balik upaya percepatan itu, Pemdes SBT harus menghadapi penurunan anggaran yang disebut sangat memukul desa-desa.
Yehamzah mengungkapkan, ADD yang sebelumnya berada di kisaran Rp. 57 hingga Rp. 58 miliar kini anjlok menjadi sekitar Rp. 45 miliar.
“Memang drastis sekali turunnya,” tegasnya.
Menurut dia, pemotongan itu dipicu pengurangan dana transfer pusat, termasuk DAU yang terpangkas hingga Rp. 117 miliar.
“DD sendiri itu berpengaruh dari turunyi DAU yang terpotong cukup besar di angka Rp. 117 miliar,” katanya.
Tak hanya itu, perubahan skema pengelolaan Dana Desa melalui PMK 81 juga membuat ruang pembangunan fisik di desa semakin terbatas.
“Sekarang pembagiannya langsung kepada prioritas. Jadi kebanyakan besar itu lebih kepada nonfisik daripada fisik,” tutupnya.(*)
| Pemkab SBT Ungkap Polemik BSPS di Negeri Hote, Ini Penyebabnya |
|
|---|
| Pemkab Seram Bagian Timur Pastikan Negeri Hote Tetap Dapat BSPS, Dijanjikan Masuk Tahap Ketiga |
|
|---|
| Proyek Rp1,7 Miliar Revitalisasi SMPN 18 Mangkrak, Kejati Diminta Turun Tangan Usut |
|
|---|
| Proyek Revitalisasi SMPN 18 SBT Bernilai Rp1,7 Miliar Mangkrak, Kepsek Diminta Bertanggung Jawab |
|
|---|
| Investor Pisang Abaka Kantongi 3.185 Hektare Lahan di Bula Barat SBT |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Desa-persiapan-2.jpg)