Rabu, 6 Mei 2026

SBT Hari Ini

DD dan ADD SBT Baru Cair 30 Persen, Pemdes Akui Anggaran Dipangkas Drastis

Namun di balik upaya percepatan itu, Pemdes SBT harus menghadapi penurunan anggaran yang disebut sangat memukul desa-desa.

Tayang:
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Mesya Marasabessy
TribunAmbon.com/Haliyudin Ulima
DESA PERSIAPAN - Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Pemdes) SBT, Yehamzah Alhamid saat diwawancarai di kantornya, Rabu (6/5/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Pencairan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) hingga awal Mei 2026 baru menyentuh angka 20 hingga 30 persen.
  • Di tengah lambannya progres pencairan, Pemerintah Kabupaten SBT juga dihadapkan pada kenyataan pahit berupa pemangkasan anggaran desa secara besar-besaran.
  • Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Pemdes) SBT, Yehamzah Alhamid mengakui penurunan anggaran tahun ini sangat drastis dibanding tahun sebelumnya.

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima

BULA, TRIBUNAMBON.COM – Pencairan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) hingga awal Mei 2026 baru menyentuh angka 20 hingga 30 persen.

Di tengah lambannya progres pencairan, Pemerintah Kabupaten SBT juga dihadapkan pada kenyataan pahit berupa pemangkasan anggaran desa secara besar-besaran.

Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Pemdes) SBT, Yehamzah Alhamid mengakui penurunan anggaran tahun ini sangat drastis dibanding tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah sampai dengan hari ini kurang lebih sekitar 20 sampai dengan 30 persen sudah jalan. Itu lebih besarnya ada pada ADD,” kata Yehamzah saat diwawancarai di ruang kerjanya, Rabu (6/5/2026).

Baca juga: KLM Cajoma V Karam di Perairan Maluku Tengah, 13 Penumpang Selamat Dievakuasi Basarnas

Baca juga: Haru Biru Perpisahan, Sektor Zebaoth Jemaat GPM Porto Jemput Pendeta Roy Maail Pakai Singgasana 

Ia mengatakan pihaknya kini berpacu dengan waktu agar pencairan tidak lagi menumpuk di akhir Juni sebagaimana yang kerap terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

“Kita berupaya untuk lebih mempercepat progresnya. Mudah-mudahan pertengahan Mei ini kalau bisa sudah selesai supaya tidak lagi menumpuk seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

Namun di balik upaya percepatan itu, Pemdes SBT harus menghadapi penurunan anggaran yang disebut sangat memukul desa-desa.

Yehamzah mengungkapkan, ADD yang sebelumnya berada di kisaran Rp. 57 hingga Rp. 58 miliar kini anjlok menjadi sekitar Rp. 45 miliar.

“Memang drastis sekali turunnya,” tegasnya.

Menurut dia, pemotongan itu dipicu pengurangan dana transfer pusat, termasuk DAU yang terpangkas hingga Rp. 117 miliar.

“DD sendiri itu berpengaruh dari turunyi DAU yang terpotong cukup besar di angka Rp. 117 miliar,” katanya.

Tak hanya itu, perubahan skema pengelolaan Dana Desa melalui PMK 81 juga membuat ruang pembangunan fisik di desa semakin terbatas.

“Sekarang pembagiannya langsung kepada prioritas. Jadi kebanyakan besar itu lebih kepada nonfisik daripada fisik,” tutupnya.(*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved