Rabu, 8 April 2026

Program Gentengnisasi

Program Gentengnisasi Presiden Prabowo Disorot Ketua DPRD SBT, Ini Tantangannya

Ketua DPRD SBT menilai program tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi geografis serta kesiapan produksi dan distribusi di Maluku.

|
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Ode Alfin Risanto
TribunAmbon.com/Haliyudin Ulima
DPRD SBT - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seran Bagian Timur (SBT), Risman Sibualamo, Selasa (10/2/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Program Gentengnisasi Presiden Prabowo mulai disorot di daerah, termasuk SBT, sebagai upaya mengganti atap seng dengan genteng yang lebih tahan lama.
  • Ketua DPRD SBT menilai program tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi geografis serta kesiapan produksi dan distribusi di Maluku.
  • DPRD mempertanyakan ketersediaan genteng lokal mengingat biaya dan tantangan distribusi material dari Jawa ke wilayah kepulauan.

Laporan Wartawan Tribunambon.com, Haliyudin Ulima 

BULA, TRIBUNAMBON.COM – Program Gentengnisasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto mulai menjadi perhatian para pemangku kebijakan di daerah, termasuk di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku.

Program tersebut pertama kali disampaikan secara resmi oleh Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul, Bogor, Senin (2/2/2026) lalu.

Kebijakan ini bertujuan untuk mengganti atap seng rumah warga dengan genteng yang dinilai lebih berkualitas dan memiliki daya tahan lebih lama.

Baca juga: DPRD SBT Soroti Ranperda 2025, Dorong Reformasi Birokrasi dan Penguatan BUMD

Baca juga: Dugaan Korupsi Bansos: Potensi Ada Anggota DPRD Bakal jadi Tersangka?

Ketua DPRD Kabupaten SBT, Risman Sibualamo, menilai program tersebut pada prinsipnya merupakan arahan presiden yang patut dicermati.

Namun perlu disesuaikan dengan kondisi geografis daerah.

“Kalau itu kan pidato presiden, tetapi kita juga harus melihat kondisi geografis di daerah,” ujarnya saat dikonfirmasi Tribunambon.com di ruang kerjanya, Selasa (10/2/2026).

Menurutnya, penggunaan genteng sebenarnya cukup baik jika diterapkan pada masyarakat yang mayoritas tinggal di wilayah pesisir. 

Namun, ia mempertanyakan kesiapan daerah dalam hal produksi dan distribusi material genteng.

“Pertanyaannya, apakah genteng itu bisa diproduksi di sini? Karena setahu saya produksinya di Jawa, dan membawa genteng ke Maluku itu luar biasa berat,” katanya.

Risman juga mengungkapkan, sejauh ini penggunaan genteng di SBT masih sangat terbatas. 

Sebagian besar warga lebih banyak menggunakan atap asbes, yang kualitasnya dinilai belum sebanding dengan genteng.

“Kalau ada yang pakai genteng mungkin sangat sedikit, rata-rata masih pakai asbes. Padahal asbes itu kualitasnya tidak sama dengan genteng, dia tipis dan mudah rusak apalagi dengan kondisi panas di daerah kita,” jelasnya.

Ia menilai, jika program Gentengnisasi nantinya diterapkan di daerah, pemerintah pusat juga mempertimbangkan aspek produksi lokal dan distribusi.(*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved