Sabtu, 25 April 2026

SBT Hari Ini

Bertahun-tahun Tanpa Jembatan, Kali Madoul jadi Ujian Harian Warga di SBT

Hingga kini, ketiadaan jembatan permanen memaksa masyarakat melintasi langsung aliran sungai setiap hari, meski risiko keselamatan terus mengintai.

Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Mesya Marasabessy
TribunAmbon.com/Ali/Haliyudin Ulima
KALI MADOUL - Kondisi Kali Madoul di Desa Kwaos, Kecamatan Siritaun Wida Timur, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Sabtu (31/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Bertahun-tahun tanpa jembatan, Kali Madoul di Desa Kwaos, Kabupaten SBT, menjadi ujian harian yang harus dilalui warga demi melanjutkan aktivitas hidup mereka.
  • Hingga kini, ketiadaan jembatan permanen memaksa masyarakat melintasi langsung aliran sungai setiap hari, meski risiko keselamatan terus mengintai.
  • Pantauan TribunAmbon.com di lokasi, Sabtu (31/1/2026), menunjukkan kendaraan roda dua maupun roda empat harus menerobos aliran sungai berbatu tanpa pengaman.

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima

BULA, TRIBUNAMBON.COM – Bertahun-tahun tanpa jembatan, Kali Madoul di Desa Kwaos, Kecamatan Siritaun Wida Timur, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), menjadi ujian harian yang harus dilalui warga demi melanjutkan aktivitas hidup mereka.

Hingga kini, ketiadaan jembatan permanen memaksa masyarakat melintasi langsung aliran sungai setiap hari, meski risiko keselamatan terus mengintai.

Pantauan TribunAmbon.com di lokasi, Sabtu (31/1/2026), menunjukkan kendaraan roda dua maupun roda empat harus menerobos aliran sungai berbatu tanpa pengaman.

Saat debit air normal saja, lintasan tersebut sudah cukup berbahaya, apalagi ketika hujan deras atau pasang air laut.

Meski berisiko tinggi, kondisi ini justru telah dianggap sebagai hal biasa oleh warga karena sudah berlangsung cukup lama tanpa solusi nyata.

“Sudah bertahun-tahun kami lewat langsung di kali ini. Mau bagaimana lagi, ini satu-satunya akses,” ujar Bapak Amat, warga setempat.

Baca juga: Panitia Natal Nasional Bagi 2.000 Sembako di Kota Ambon, Ini Kata Gubernur

Baca juga: Simak Jadwal Kapal Cantika Lestari Sepekan Awal Februari 2026 dari Ambon 

Ia menuturkan, ancaman kecelakaan selalu ada, terutama saat air sungai meluap akibat hujan atau pasang laut.

“Kalau hujan besar itu banjir, kalau air laut naik juga penuh sampai di jalan. Pernah ada yang hampir hanyut, tapi kami terpaksa tunggu atau nekat lewat,” katanya.

Warga menegaskan, kebiasaan melintasi Kali Madoul bukan karena jalur tersebut aman, melainkan karena tidak adanya alternatif akses lain. 

Sungai itu merupakan jalur utama yang menghubungkan warga dengan berbagai kebutuhan penting.

“Anak sekolah, orang sakit, semua lewat sini. Ini bukan jalan alternatif, ini jalan utama,” tegasnya.

Ketiadaan jembatan permanen di Kali Madoul pun memunculkan pertanyaan soal komitmen pembangunan infrastruktur dasar di wilayah tersebut. 

Warga berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian serius terhadap akses vital yang menyangkut keselamatan dan keberlangsungan hidup masyarakat desa.

“Kalau memang pembangunan dimulai dari desa, seharusnya jembatan ini sudah ada sejak lama,” tandasnya.

Sumber: Tribun Ambon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved