SBT Hari Ini
Jalur Pengalihan di Teluk Waru Berlumpur, Pengendara Kesulitan Melintas
Ruas jalan lintas Bula–Airnanang di kawasan Teluk Waru, SBT, rusak parah dan berlumpur akibat pengalihan arus selama pengerjaan jembatan.
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Ode Alfin Risanto
Ringkasan Berita:
- Ruas jalan lintas Bula–Airnanang di kawasan Teluk Waru, SBT, rusak parah dan berlumpur akibat pengalihan arus selama pengerjaan jembatan
- Kondisi jalan yang licin dan tidak rata menyulitkan pengendara, bahkan menyebabkan kendaraan tergelincir dan harus dituntun.
- Pengendara berharap pemerintah segera menangani jalur darurat dan mempercepat penyelesaian jembatan.
Laporan Wartawan TribunAmbon.com
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Kerusakan parah terjadi di ruas jalan lintas Bula–Airnanang, tepatnya di kawasan Teluk Waru, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).
Kondisi jalan berlumpur dan licin tersebut dipicu oleh pengalihan arus lalu lintas ke jalur darurat, menyusul masih berlangsungnya pengerjaan jembatan di ruas jalan utama.
Jalan yang difungsikan sementara sebagai akses alternatif itu kini berubah menjadi lintasan berlumpur dan licin, menyulitkan setiap kendaraan yang melintas.
Baca juga: 1.749 PPPK Paruh Waktu Berdiri Saat Penyerahan SK, Ini Penjelasan BKPSDM
Baca juga: DPRD SBT Tegaskan 94 Pekerja Karlez Wajib Dipertahankan, Pengambilalihan Saham Tak Boleh Picu PHK
Pantauan TribunAmbon.com di lokasi Jumat (30/1/2026), ruas jalan tersebut tampak dipenuhi tanah liat basah dengan genangan air di sejumlah titik.
Permukaan jalan yang tidak rata membuat kendaraan mudah tergelincir, terutama di bagian tanjakan dan tikungan.
Beberapa pengendara sepeda motor terlihat harus turun dan menuntun kendaraannya agar tidak jatuh.
Bahkan, ada yang terpaksa dibantu warga sekitar untuk mendorong motor melewati kubangan lumpur.
Mobil penumpang pun mengalami kesulitan serupa, lantaran ban kendaraan terlihat diselimuti lumpur tebal sehingga laju kendaraan tersendat.
Pengemudi harus ekstra hati-hati memilih jalur yang sedikit lebih keras di sisi jalan.
“Kalau hujan, jalan ini seperti bubur. Susah sekali dilewati,” ujar Imam Rumakat salah satu pengendara kepada Tribunambon.com.
Menurutnya, meski hanya bersifat sementara, jalur pengalihan tersebut harus lebih diperhatikan, terlebih pasca hujan deras.
Pasalnya , saat musim hujan, kondisi jalan semakin parah dan sulit dilalui lantaran ditutupi lumpur.
“Memang ada pengerjaan jembatan, jadi untuk sementara kami lewat disini saja, tapi kalau bisa harus di siram dengan pasir atau kerikil untuk tutupi lumpur yang ada saat ini, kalau tidak jadinya seperti ini,” jelasnya.
Mewakili pengendara lain, dirinya berharap pemerintah daerah segera melakukan penanganan serius terhadap jalur pengalihan sekaligus mempercepat penyelesaian pengerjaan jembatan agar akses utama kembali difungsikan.
“Selama masih ada pengerjaan di jalan utama, jalur ini harus lebih dirawat lagi, karena terbukti barusan ada pedagang sayur yang jatuh,” pungkasnya.
Hingga kini, warga masih harus berjibaku dengan kondisi jalan berlumpur tersebut setiap kali melintas di kawasan Teluk Waru.(*)
| Angkat Identitas Daerah, PDI Perjuangan SBT Dorong Makanan Khas Sagu Dipatenkan |
|
|---|
| Peringati Hari Kartini, PDI Perjuangan SBT Dorong Hilirisasi Sagu Lewat Lomba Gulung Pepeda |
|
|---|
| SBT Dapat 200 Unit BSPS, Pemda Diminta Aktif Usulkan Data Warga |
|
|---|
| Program BSPS di Negeri Hote SBT Ditolak Kades, Tim Pendamping Pilih Alihkan ke Desa Lain |
|
|---|
| Efisiensi Rp117 Miliar, Bupati SBT Akui Banyak Program Pembangunan Tertunda |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/teluk-waru-rusak.jpg)