Minggu, 26 April 2026

SBT Hari Ini

Abrasi Sungai Wailola Bula Kian Parah, Jalan Amblas dan Rumah Warga Terancam

Abrasi sungai menyebabkan sebagian badan jalan amblas dan membentuk jurang curam tepat di sisi pemukiman warga.

Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/Haliyudin Ulima
SUNGAI WAILOLA - Kondisi bantaran Sungai Wailola, Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, Senin (26/1/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Abrasi Sungai Wailola, Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) kian memprihatinkan. 
  • Jarak dinding sungai makin dekat ke pemukiman, bahkan hanya berjarak beberapa meter.
  • Warga pun khawatir jika tak segera ditangani akan jadi ancaman serius.

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima

BULA, TRIBUNAMBON.COM – Kondisi rumah warga yang berada di bantaran Sungai Wailola, Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) kian memprihatinkan. 

Abrasi sungai menyebabkan sebagian badan jalan amblas dan membentuk jurang curam tepat di sisi pemukiman warga.

Pantauan TribunAmbon.com, Senin (26/1/2026), longsoran tanah terlihat jelas di sepanjang bantaran sungai. 

Material tanah dan bebatuan runtuh ke dasar sungai, bahkan jalan lingkungan warga pun terputus hingga mendekati pemukiman warga. 

Beberapa rumah tampak berdiri hanya berjarak beberapa meter dari bibir longsoran. 

Kondisi ini membuat warga hidup dalam kekhawatiran, terutama saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Baca juga: Diduga jadi Calo CPNS, Fredrika Schipper Patok Tarif Rp180 Juta per Orang

Baca juga: Kejati: Fredrika Schipper Terima Rp1 Miliar Lebih, Hasil jadi Calo CPNS

“Kalau hujan deras itu masyarakat panik, karena setiap hujan  tanah ini terus terkikis. Jalan amblas, jadi rumah-rumah disini juga terancam,” ujar Supriadi salah satu warga sekitar. 

Dirinya menyebut, abrasi bantaran Sungai Wailola sudah terjadi cukup lama, namun hingga kini belum mendapat penanganan serius dari pemerintah daerah.

“Sudah lama begini, tapi belum ada perbaikan. Kami berharap pemerintah bisa segera bangun talud atau penahan, supaya rumah kami tidak ikut roboh,” pintanya.

Selain mengancam keselamatan warga, kerusakan bantaran sungai ini juga dikhawatirkan berdampak pada lingkungan sekitar. 

Jika tidak segera ditangani, abrasi berpotensi meluas dan memicu longsor susulan serta banjir saat debit air sungai meningkat.

Warga berharap pemerintah setempat segera turun ke lokasi untuk melihat langsung kondisi tersebut dan mengambil langkah cepat sebelum terjadi korban jiwa.

"Ini kalau banjir terus menerus dalam satu minggu saja, rumah-rumah ini sudah ikut terbawa, jadi kalau bisa secepatnya ada perhatian dari pemerintah," tutupnya.(*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved