Semua Tentang Sagu
Sagu Dimata Anggota DPRD SBT Darwis Rumakey: Penyelamat Anak Negeri
Sagu adalah saksi hidup perjuangan, penolong di masa sulit, dan penyelamat generasi anak negeri Maluku.
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Fandi Wattimena
Namun, dirinya berharap agar pemerintah daerah benar-benar serius, tidak menjadikan sagu sekadar wacana atau proyek sesaat.
“Sagu ini ada di banyak wilayah. Tutuk Tolu, Kilmuri, Kian Darat, sampai kampung-kampung lain. Jangan cuma bicara sagu di satu tempat saja,” tegasnya.
Ia turut mengingatkan bahwa sagu memiliki ikatan adat yang kuat.
Setiap marga memiliki wilayah dan hak atas sagu, sehingga pendataan dan pendekatan harus dilakukan dengan hati-hati dan penuh penghormatan.
“Jangan karena ada program, lalu dihantam saja. Sagu ini hidup di kampung-kampung, hidup bersama marga-marga. Pemerintah harus turun, mendata, dan memahami itu,” jelasnya.
Soal jenis sagu, Darwis menegaskan bahwa semua sagu sama berharganya.
Semua memiliki rasa, nilai, dan peran yang sama dalam kehidupan masyarakat.
“Semua sagu itu enak. Mau sagu kelapa, mau sagu tumbuh, semuanya sama. Yang beda hanya cara olahnya, intinya sagu adalah penyelamat. Penyelamat hidup masyarakat di Kabupaten SBT,” tutupnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Darwis-Rumakey-rer.jpg)