SBT Hari Ini
Harga Bumbu Dapur di Pasar Rakyat Kota Bula Stabil di Awal Tahun 2026
Pantauan TribunAmbon.com di lokasi, Minggu (4/1/2026), menunjukkan sebagian besar komoditas masih dijual dengan harga terjangkau.
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Mesya Marasabessy
Ringkasan Berita:
- Harga sejumlah bahan dapur di Pasar Rakyat Kota Bula, Kabupaten SBT relatif stabil pada awal Januari 2026.
- Pantauan TribunAmbon.com di lokasi, Minggu (4/1/2026), menunjukkan sebagian besar komoditas masih dijual dengan harga terjangkau.
- Berbagai jenis bumbu dapur seperti Lemon, Tomat, Lengkuas, Kencur, Jahe, Kunyit hingga Temulawak dijual dengan harga Rp 5.000 per tumpuk.
- Harga tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang berbelanja kebutuhan dapur sehari-hari.
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Harga sejumlah bahan dapur di Pasar Rakyat Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), relatif stabil pada awal Januari 2026.
Pantauan TribunAmbon.com di lokasi, Minggu (4/1/2026), menunjukkan sebagian besar komoditas masih dijual dengan harga terjangkau.
Berbagai jenis bumbu dapur seperti Lemon, Tomat, Lengkuas, Kencur, Jahe, Kunyit hingga Temulawak dijual dengan harga Rp 5.000 per tumpuk.
Harga tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang berbelanja kebutuhan dapur sehari-hari
Mama Lan, salah satu pedagang merasa lebih banyak pembeli jika barang dagangannya dijual dengan porsi mini.
Akibatnya, hingga saat ini belum ada kenaikan signifikan pada harga bumbu dapur yang ia jual.
Terlebih, stok barang jualannya masih mencukupi sehingga harga tetap bisa dipertahankan.
“Untuk bumbu-bumbu dapur masih kita jual Rp. 5.000 per tumpuk. Dari kemarin sampai sekarang harganya masih sama, belum ada kenaikan,” ujarnya kepada TribunAmbon.com.
Baca juga: Lapak Liar Marak, Penjualan Ayam Potong di Gedung Pasar Mardika Merosot
Baca juga: Hati-hati! Ada Lubang Hampir Sedalam 1 Meter di Jalan Syaranamual-Ambon
Ia menjelaskan, bahan-bahan tersebut banyak dicari pembeli karena menjadi kebutuhan utama dalam aktivitas memasak sehari-hari, baik untuk keperluan rumah tangga maupun usaha kecil.
“Pembeli paling sering cari jahe, kunyit, sama lengkuas. Kalau harganya masih stabil begini, pembeli juga lebih senang,” katanya.
Meski begitu dirinya berharap, kondisi harga bahan dapur di Pasar Rakyat Kota Bula dapat terus stabil ke depan.
Pihaknya menilai, kestabilan harga sangat berpengaruh terhadap daya beli masyarakat dan kelancaran aktivitas jual beli di pasar.
“Harapan kita harga tetap stabil, supaya pembeli tidak terbebani dan kami pedagang juga tetap bisa berjualan dengan baik,” tutupnya.(*)
| Blok Bula Lumpuh 8 Bulan, Bupati SBT Desak Pemerintah Pusat Bertindak |
|
|---|
| Capaian SPM Rendah, DPRD SBT Tekankan Pelayanan Nyata Bukan Sekadar Laporan |
|
|---|
| Terungkap Pemilik Perusahan Pengadaan Obat ke Dinkes SBT adalah Suami Plt Kadinkes Punira Kilwaga |
|
|---|
| Komisi III DPRD SBT Soroti Distribusi Obat, Kadis Kesehatan Akui Ada yang Mendekati Kedaluwarsa |
|
|---|
| BPOM Ambon Pastikan Distribusi Obat di Seram Bagian Timur Masih Sesuai Aturan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Kdnsoall.jpg)